Saat ini harga elpiji bersubsidi di masyarakat bervariasi tinggi kisaran Rp23 ribu hingga Rp25 ribu per tabung.Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Bangka Belitung dan distributor menyepakati menerapkan kembali harga eceran tertinggi elpiji bersubsidi sebesar Rp15.500 per tabung guna meringankan beban masyarakat miskin setempat.
"Saat ini harga elpiji bersubsidi di masyarakat bervariasi tinggi kisaran Rp23 ribu hingga Rp25 ribu per tabung," kata Kepala Disperindag Kepulauan Babel Yuliswan usai penandatanganan surat kesepakatan HET elpiji bersubsidi di Pangkalpinang, Selasa.
Pada kegiatan penandatangan kesepakatan pemberlakuan HET ini juga dihadiri pemerintah kabupaten/kota, Pertamina, Polda, Hiswana Migas, agen elpiji bersubsidi di Pulau Bangka.
"Kami berharap distributor dan agen elipiji untuk mematuhi kesepakatan HET, agar masyarakat miskin mendapatkan gas murah untuk kebutuhan kesehariannya," ujarnya.
Ia mengatakan elpiji bersubsidi ini sebagai penganti minyak tanah bersubsidi kepada masyarakat miskin. Namun kenyataannya banyak gas murah ini diperoleh masyarakat menengah ke atas, usaha rumah makan dan industri menengah.
"Kami menilai pendistribusian elpiji bersubsidi sudah tidak tepat sasaran, sehingga harga gas ini melambung tinggi dan memberatkan ekonomi masyarakat miskin," ujarnya.
Untuk itu, kata dia, distributor dan agen untuk segera menyosialisasikan kesepakatan pemberlakuan HET ini kepada masyarakat dan tidak lagi menjual kepada pedagang eceran.
"Apabila ditemukan distributor dan agen menjual elpiji di atas HET yang ditetapkan, maka akan ditindak tegas sesuai peraturan yang berlaku mulai dari teguran hingga pencabutan izin usaha," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.