Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah mengucurkan Rp13 miliar untuk penanganan stunting, guna menekan kasus gagal tumbuh tersebut di Negeri Serumpun Sebalai.

"Kita telah mengeluarkan Rp13 miliar dan mudah-mudahan angka stunting dapat ditekan dari angka 18,5 persen menjadi angka 14 persen," kata Penjabat Gubernur Kepulauan Babel Suganda Pandapotan Pasaribu saat menghadiri Wisuda ke-19 Sarjana IAIN SAS Babel di Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan dalam menekan stunting ini, Pemprov Kepulauan Babel juga mengeluarkan kebijakan pencegahan pernikahan dini, pola asuh yang tepat, menerapkan pola hidup sehat dengan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota se-Kepulauan Babel.

"Kalian harus bertransformasi menjadi individu dan masyarakat yang kuat dalam membangun provinsi ini, kalian harus mendapatkan potensi yang ada, kalian harus bersatu padu antarsuku, ras dan agama sehingga kalian menjadi kuat untuk membangun negeri tercinta ini," kata Suganda Pandapotan Pasaribu kepada wisudawan.

Rektor IAIN SAS Kepulauan Babel Dr Irawan berpesan kepada wisudawan dan wisudawati untuk ikut menyukseskan Gubernur Langsung Eksekusi Kerja Bersama Membangun Bangka Belitung (Gule Kabung) yang digagas Pj Gubernur Kepulauan Babel.

"Program Pj gubernur "Gule Kabung" ini, artinya kita berhadapan dengan beberapa tantangan, mulai dari stunting, inflasi dan gizi, yang mana persoalan tersebut harus diatasi," katanya.

Ia menyatakan selaku mahasiswa yang berasal dari kurang lebih 14 program studi yang memiliki disiplin ilmu yang beragam, hendaknya ini menjadi modal untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi pemerintah daerah ini.

"Kalian semua diharapkan mendukung program pemerintah dalam mengatasi persoalan stunting, pernikahan dini, inflasi dan lainnya," ujarnya. 

 

Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026