Penambangan liar bijih timah masih sering dijumpai di hutan konservasi tersebut. Kami berharap seluruh pihak ikut berperan menjaga kelestarian alam bukit tersebut.
Muntok (Antara Babel) - Ketua Forum Peduli Menumbing (FPM), Herman, mengungkapkan Bukit Menumbing yang menjadi ikon Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung semakin rusak akibat ulah aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab.

"Penambangan liar bijih timah masih sering dijumpai di hutan konservasi tersebut. Kami berharap seluruh pihak ikut berperan menjaga kelestarian alam bukit tersebut," kata dia di Muntok, Selasa.

Herman yang saat ini menjabat Lurah Sungaidaeng, Kecamatan Muntok menambahkan kondisi beberapa bagian bukit tersebut cukup memprihatinkan dengan kubangan berbentuk kolam terbuka bekas penambangan bijih timah.

Untuk membantu menyelamatkan Menumbing dari tangan manusia tidak bertanggung jawab, ia bersama sejumlah warga setempat mendirikan FPM yang memiliki tugas dan kewajiban menjaga keutuhan dan kelestarian flora dan fauna yang ada di dalamnya.

Selain memiliki kekayaan flora dan fauna, Menumbing juga memiliki nilai sejarah cukup besar yaitu sebagai tempat pengasingan sejumlah pejuang Kemerdekaan RI oleh Pemerintah Belanda medio 1948-1949.

"Kelompok ini terbentuk atas keprihatinan kami melihat Bukit Menumbing yang semakin rusak sekaligus sebagai bukti kecintaan kami terhadap daerah ini," kata dia.

Meskipun keberadaan FPM tidak bisa mengambil tindakan tegas kepada para perusak kawasan itu, namun dia berharap minimal bisa memberikan sumbangsih dalam pengawasan dan pemantauan Bukit Menumbing.

"Kami memang tidak bisa mengambil tindakan tegas, namun minimal kami bisa memberi informasi kepada aparat dan melakukan pendataan kepada para penambang yang tetap nekat melakukan aktivitas penambangan di lokasi itu," kata dia.

Selama ini, kata dia, setiap kali menjumpai adanya aktivitas penambangan di lokasi itu, para penambang selalu beralasan untuk mencari makan sehari-hari, bukan untuk cari kaya.

"Selalu seperti itu alasannya, namun mereka tidak pernah berpikir bahwa aktivitas penambangan di lokasi itu memiliki dampak negatif yang cukup besar bagi masyarakat dan daerah," kata dia.

Dia berharap tingkat kepedulian masyarakat akan peran penting Bukit Menumbing semakin meningkat sehingga bisa bersama-sama menjaga kelestariannya.

Pemkab Bangka Barat sudah merencanakan berbagai pengembangan wisata sejarah di lokasi itu untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat dari sektor pariwisata.

"Kalau tidak mulai dari sekarang dan dari kesadaran masing-masing, siapa lagi yang mau peduli Bukit Menumbing," katanya.


Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026