Bangka Belitung sudah menjadi tujuan wisata dunia setelah Bali dan Lombok. Makanya perhelatan Festival Serumpun Sebalai Nusantara 2016 ini harus dijadikan sebagai media promosi Bangka Belitung.Pangkalpinang (Antara Babel) - Menteri Pariwisata RI, Arif Yahya mengajak masyarakat Bangka Belitung (Babel) melestarikan tarian tradisional dan bahu membahu untuk menjaga kondusivitas negeri serumpun sebalai agar nyaman dikunjungi wisatawan.
"Bangka Belitung sudah menjadi tujuan wisata dunia setelah Bali dan Lombok. Makanya perhelatan Festival Serumpun Sebalai Nusantara 2016 ini harus dijadikan sebagai media promosi Bangka Belitung," katanya saat menghadiri Grand Launching Festival Serumpun Sebalai Nusantara 2016 di Kantor Kementerian Pariwisata, Jumat.
Ia mengatakan festival serumpun sebalai nusantara 2016 digelar untuk mendorong perkembangan sektor pariwisata Babel. Peluang Babel untuk dikunjungi wisatawan sangat tinggi, apalagi tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mengalami pertumbuhan yang mengembirakan.
"Meskipun krisis global terjadi beberapa kali namun jumlahperjalanan wisatawan internasional menunjukan pertumbuhan yang positif,"ujarnya.
Ia mengatakan pada tahun 2014 sebesar 9,4 juta jadi 10 juta padatahun 2015. Perjalanana wisatawan nusantara juga naik 2 persen seperti pada tahun 2551,2 juta. meningkat dari tahun 2014 sebesar 251,2 juta.
"Pariwisata sudah menyumbangkan 10 persen PDB nasional pada 2015. Dengan nominal tertinggi di ASEAN yang disusul Thailand, Malaysia dan Filipina. Karena itu pertumbuhan penerimaan devisa pariwisata adalah yang tertinggi, yaitu 13 persen dibandingkan pendapatan dari sektor industri minyak gas bumi, batubara, dan minyak kelapa sawit yang bahkan
pertumbuhannya negatif," ujarnya.
Menurutnya pariwisata juga menyumbang 9,8 juta lapangan pekerjaan atau sebesar 8,4 persen secara nasional dan menempati urutan ke-4 dari seluruh sektor industri. Bahkan dalam penciptaan lapangan pekerjaan, pariwisata tumbuh 30 persen dalam waktu 5 tahun.
"Pariwisata juga dianggap menciptakan proyek lapangan kerja dengan modal termurah yaitu dengan US$ 5.000 untuk satu pekerjaan, dibanding rata-rata industri lainnya sebesar US$ 100 ribu per satu Pekerjaan," ujarnya.
Pewarta: Elza ElviaEditor : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.