Toboali,(Antara Babel) Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung, bekerja sama dengan Balai Besar Industri Tekstil Bandung melatih perajin tenun agar mampu mandiri mengembangkan usaha.
"Kami berharap melalui pelatihan ini dapat meningkatkan usaha perajin, sehingga membuka peluang investasi dan lapangan pekerjaan baru," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Bangka Selatan Muhammad di Toboali, Rabu.
Ia menjelaskan dengan adanya kerja sama ini dapat meningkatkan wawasan perajin tenun dalam meningkatkan kualitas dan pemasaran tenun khas daerah ke tingkat nasional dan internasional.
"Saat ini instruktur dari BBalai Besar INdutsri Tekstil (BBIT) sedang mendampingi dan melatih 15 orang perajin tenun selama 26 hari di gedung Workshop IKM Bangka Selatan," ujarnya.
Ia mengatakan dalam waktu dekat ini perajin tenun ini akan dimagangkan di pusat pengembangan tenun songket di Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.
"Mudah-mudahan dengan upaya ini dapat meningkatkan produksi tenun untuk memenuhi permintaan pasar yang cukup tinggi," ujarnya.
Menurut dia tenun khas daerah yang dikembangkan yaitu tenun kelumbay nanas, cual serat nanas dan Seni batik kontemporer dengan media kayu atau tempurung.
"Kerajinan tenun yang dikembangkan selain sebagai komoditi yang bernilai ekonomi, diharapkan juga bisa menjadi ikon daerah ini," katanya.
Ia berharap pengembangan tenun ini bisa membuka lapangan pekerjaan, mengurangi kemiskinan dan bisa memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Semoga bisa membawa nama Bangka Selatan di pasar lokal, nasional, bahkan tingkat ASEAN," harapnya.
Pewarta: KasmonoEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.