Lahan sudah siap, jalan menuju lokasi juga sudah dibuka dengan jarak sekitar tiga kilometer dari jalan besar, walaupun masih berupa jalan tanah.
Muntok (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyiapkan lahan seluas 200 hektare untuk pembibitan dan pembesaran sapi.

"Lahan sudah siap, jalan menuju lokasi juga sudah dibuka dengan jarak sekitar tiga kilometer dari jalan besar, walaupun masih berupa jalan tanah," kata Wakil Bupati Bangka Barat Markus di Muntok, Kamis.

Ia menjelaskan penyiapan lahan tersebut merupakan tindak lanjut dari rencana kerja sama antara Pemkab Bangka Barat dengan Pemprov DKI Jakarta dalam bidang budi daya ternak sapi.

"Rencananya Pemprov DKI Jakarta akan mengirim tim untuk melihat keseriusan daerah, apabila layak maka rencana kerja sama akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepakatan antardaerah," kata dia.

Ia mengatakan sudah meninjau lokasi yang akan dijadikan lahan budi daya dan penggemukan sapi tersebut, bahkan jalan juga sudah dibuka dan dibersihkan beberapa waktu lalu sehingga mobil bisa masuk ke lokasi.

Lahan yang semula akan dijadikan lokasi transmigrasi tersebut sekitar 200 hektare, namun jika dianggap kurang memenuhi syarat sudah disiapkan lokasi alternatif milik warga di Desa Peradong.

Menurut dia, persiapan yang dilakukan bukan hanya terkait lahan dan akses jalan menuju lokasi, namun juga ketersediaan air bersih di lokasi tersebut.

"Kami optimistis Pemprov DKI Jakarta akan tertarik dengan kesiapan daerah dan akan segera menindaklanjutinya dengan kerja sama pola plasma sehingga masyarakat bisa ikut berperan aktif dan merasakan langsung manfaat kegiatan itu," kata dia.

Ia mengatakan selama ini Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan kerja sama sejenis dengan Nusa Tenggara Timur yang jaraknya terlalu jauh.

"Bangka Barat dibandingkan NTT lebih dekat lokasinya dengan Jakarta, apabila kerja sama terealisasi maka akan lebih menguntungkan," kata dia.

Menurut dia, kebutuhan sapi di pasar Jakarta saat ini sekitar 700 ekor per hari dan hanya mampu dipenuhi sekitar 30 persen oleh peternak lokal.

Peluang pasar tersebut akan coba dimanfaatkan Pemkab Bangka Barat untuk memberdayakan masyarakat setempat.

"Kami yakin usaha budi daya ternak sapi akan mampu menjadi salah satu ekonomi unggulan daerah dan menyedot banyak tenaga kerja, untuk itu kami akan berusaha sekuat tenaga agar kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta segera terealisasi," kata dia. 


Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026