Kami kesulitan menekan inflasi, karena daya beli masyarakat yang tinggi.Pangkalpinang (Antara Babel - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belum mampu menekan inflasi karena daya beli masyarakat yang tinggi.
"Kami kesulitan menekan inflasi, karena daya beli masyarakat yang tinggi," kata Asisten Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Selatan Herman di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan pada saat masa panen raya lada putih, daya beli masyarakat mengalami peningkatan cukup signifikan dan secara otomatis berbagai kebutuhan pokok dan lainnya naik tinggi.
"Saat ini berapa pun harga barang, pasti dibeli masyarakat. Kebiasaan masyarakat ini yang sulit dikendalikan pemerintah dalam menekan inflasi," ujarnya.
Menurut dia daya beli masyarakat Bangka Selatan lebih tinggi dibanding kabupaten/kota lainnya, karena perekonomian masyarakat didukung berbagai sektor mulai pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, tambang dan jasa.
"Kami cukup pesimistis bisa menekan inflasi ini, karena karakter masyarakat yang berbeda dengan kabupaten/kota lainnya," ujarnya.
Namun demikian, kata dia, pihaknya terus berupaya mengubah kebiasaan masyarakat untuk tidak terlalu konsumtif, agar inflasi di daerah ini dapat ditekan.
"Kemarin harga daging sapi sempat Rp180.000 per kilogram, daging ayam Rp45.000 per kilogram dan harga tinggi itu tidak mempengaruhi masyarakat untuk berbelanja," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026