Sampai saat ini wisatawan hanya numpang lewat, dari Pulau Sumatera ke Pangkalpinang dan sebaliknya, kalaupun sempat tinggal paling lama hanya sehari.
Muntok (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menargetkan lama kunjungan wisatawan menjadi tiga hari untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di daerah itu.

"Sampai saat ini wisatawan hanya numpang lewat, dari Pulau Sumatera ke Pangkalpinang dan sebaliknya, kalaupun sempat tinggal paling lama hanya sehari," kata Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, Kebudayaan dan Informatika Kabupaten Bangka Barat, Rozali di Muntok, Rabu.

Ia mengatakan, pemkab setempat akan terus berusaha untuk menahan lebih lama para wisatawan berada di ujung barat Pulau Bangka yang memiliki potensi wisata sejarah, budaya dan kuliner tersebut.

Menurut dia, lama tinggal wisatawan akan berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat karena peredaran uang dari wisatawan akan berputar di daerah yang dikunjungi, baik dalam bidang jasa transportasi, kuliner, perhotelan dan lainnya.

"Sebagai upaya meningkatkan lama tinggal wisatawan, kami akan fokus pada pengembangan kawasan wisata Pantai Baturakit Muntok yang akan ditingkatkan fasilitas sarana dan prasarana pendukungnya," kata dia.

Ia berharap upaya pengembangan kawasan Pantai Baturakit akan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung dan wisatawan bisa berlama-lama tinggal di Muntok.

Selain peningkatan sarana dan prasarana, pihaknya juga merencanakan untuk menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan yang diyakini akan membawa dampak positif bagi perkembangan kepariwisataan Bangka Barat.

"Bangka Barat memiliki sejumlah objek wisata pantai dan alam yang tidak dimiliki Palembang, secara geografis dua daerah juga saling berdekatan," katanya.

Secara kultural, kata dia, dua daerah tersebut juga memiliki keterikatan terutama pada masa Kasultanan Palembang yang bisa dijadikan peluang untuk menarik semakin banyak wisatawan ke Bangka Barat.

Menurut dia, kerja sama antardaerah tersebut akan segera dibahas dan ditargetkan tahun ini sudah bisa direalisasikan.

"Kerja sama akan didahului dengan nota kesepakatan antardaerah, kami berharap ke depan akan terjadi peningkatan jumlah kunjungan, khususnya dalam bidang pariwisata dari daerah itu," kata dia.

Dia berharap ke depan penyeberangan dari Pulau Sumatera ke Pulau Bangka yang dilayani menggunakan kapal cepat tidak lagi masuk ke Palembang, namun berlabuh di Pelabuhan Tanjungapiapi karena hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar satu jam.

"Saat ini kapal cepat berlabuh di Palembang membutuhkan waktu sekitar tiga jam, jika ke Tanjungapiapi akan lebih cepat, apalagi nanti jika jalan dari pelabuhan tersebut menuju Palembang sudah bagus, maka akan semakin cepat singkat," katanya.

Selain kerja sama tersebut, kata dia, kerja sama antardaerah dalam bidang kebudayaan dan kesenian juga akan ditingkatkan.

"Melalui kerja sama itu kami berharap akan semakin banyak kegiatan seni, budaya dan olah raga. Kami yakin upaya tersebut akan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan di Bangka Barat yang tentunya akan membawa dampak positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat," kata dia.


Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026