Tanjungpandan (ANTARA) - Pelajar tingkat PAUD/TK, SD, dan SMP di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, libur selama lima hari guna menyambut awal bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah.
"Dalam rangka menyambut awal bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah kegiatan pembelajaran siswa diliburkan sementara waktu," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belitung, Soebagio di Tanjungpandan, Kamis.
Menurut dia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belitung telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 100.3.5.2/174/Disdikbud/2025 tentang Pembelajaran Bulan Ramadhan 1446 Hijriah Pada Satuan Pendidikan di Lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belitung.
Ia mengatakan, surat edaran tersebut menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Menteri Agama RI, dan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 2 Tahun 2025 tanggal 20 Januari 2025 tentang Pembelajaran di Bulan Suci Ramadhan 1446 Hijriah.
Soebagio menambahkan, libur menyambut awal Ramadhan 1446 Hijriah dimulai pada 27 dan 28 Februari serta 3, 4, dan 5 Maret.
"Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari pihak masing-masing sekolah," ujarnya.
Disampaikan, kegiatan pembelajaran di sekolah kembali dilaksanakan pada 6 Maret mendatang.
Dikatakan, selama bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah jam masuk sekolah dimulai pukul 07.30 WIB dan jam belajar selama bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah dikurangi 10 menit dari jadwal pada hari-hari biasa.
"Kemudian kegiatan upacara bendera selama bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah dan kegiatan yang bersifat fisik yang dapat memberatkan siswa dalam menjalankan ibadah puasa ditiadakan," katanya.
Selain kegiatan pembelajaran, lanjut dia, pihak sekolah juga diminta menyusun program kegiatan yang bermanfaat untuk meningkatkan iman dan takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, dan kegiatan sosial yang membentuk karakter mulia, dan kepribadian utama.
"Bagi peserta didik yang beragama Islam dianjurkan melaksanakan kegiatan tadarus Al Quran, pesantren kilat, kajian keislaman dan kegiatan lainnya yang meningkatkan iman, takwa, dan akhlak mulia," ujarnya.
Dirinya mengimbau agar pihak sekolah menyampaikan pesan kepada para orang tua dapat membimbing dan mendampingi peserta didik dalam melaksanakan ibadah.
"Serta memantau peserta didik saat melaksanakan kegiatan belajar mandiri," katanya.