Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mendirikan 393 koperasi merah putih, sebagai bentuk dukungan kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam menggerakkan ekonomi bangsa.
"Semoga pendirian koperasi merah putih ini dapat membantu pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan, pemerataan pembangunan desa dan mengurangi pengangguran," kata Wakil Gubernur Kepulauan Babel Hellyana saat memimpin Rakor Pembentukan Koperasi Desa, Kelurahan Merah Putih di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan pemerintah pusat melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program Koperasi Merah Putih untuk memanfaatkan potensi dalam menggerakkan ekonomi bangsa dan program ini dilatarbelakangi amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 33 ayat 1.
"Kita akan dirikan 393 koperasi merah putih dengan rincian 309 koperasi desa dan 84 koperasi di kelurahan se-Kepulauan Babel ini," katanya.
Ia menyatakan koperasi merah putih merupakan usaha bersama berdasar asas kekeluargaan dan akan memberikan efek positif terhadap perekonomian masyarakat desa, kelurahan di Negeri Serumpun Sebalai ini.
"Dalam masa sulit ini dengan pertumbuhan ekonomi yang berada pada angka 0,77 persen, diharapkan koperasi merah putih ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan perekonomian di daerah ini," katanya.
Ia menegaskan pembentukan koperasi merah putih ini sebagai bentuk komitmen Pemprov Kepulauan Babel dalam mendorong percepatan pembangunan, revitalisasi, dan pengembangan koperasi secara moderen, inklusif, dan berkeadilan dalam pemberdayaan masyarakat.
"Mudah-mudahan koperasi bisa sukses menggerakan ekonomi di level desa, kelurahan sebagai langkah strategis memberdayakan masyarakat desa/kelurahan, memperkuat ekonomi lokal, dan mewujudkan prinsip ekonomi kerakyatan, serta sejalan dengan asta cita," ujarnya.
Pewarta: AprionisUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.