Pencemaran udara berasal dari kandang ayam yang berada tidak jauh di pemukiman warga..
Toboali (Antara Babel) - Warga Kampung Temayeng mendatangi Kantor Camat Toboali Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk minta pemerintah menertibkan peternakan ayam yang meresahkan warga kampung itu.

"Pencemaran udara berasal dari kandang ayam yang berada tidak jauh di pemukiman warga," kata salah satu warga Kampung Temayeng, Suharto di Toboali, Selasa.

Ia mengatakan, pencemaran udara ini sudah berlangsung lama dan tidak pernah ada niat baik pemilik kandang ayam untuk memperbaiki.

"Kami minta kandang ayam ini dipindahkan dari lokasi kampung kami atau ditutup," katanya.

Menurut dia, peternakan ayam ini sudah lama beroperasi di Kampung Temayeng yang jumlah kandangnya mencapai tujuh unit kandang ayam.

"Kalau tidak salah kandang ayam yang ada sekitar tujuh unit berukuran besar," katanya.

Tini, warga lainnya mengatakan, kandang ayam itu menimbulkan bau tidak sedap sehingga membuat kepala pening dan mual-mual.

"Kadang makan saja hampir tidak bisa karena dikerubungi lalat," katanya.

Sementara itu, Camat Toboali, Jusvindar akan turun ke lapangan untuk melihat kondisi yang ada.

"Setelah itu akan melapor ke pimpinan sebab pihak kecamatan tidak punya wewenang untuk membuat keputusan, kita lihat saja nanti di lapangan," katanya.

Menurut dia, untuk melakukan eksekusi ditutup atau tidak kandang ayam itu sudah ranah Polisi Pamong Praja karena sudah ada perda yang mengatur hal itu.

Sementara itu, pemilik kandang ayam yang juga Plt Lurah Tanjung Ketapang Susilawati mengatakan, penyebab bau itu karena ada hujan sehingga bau menyebar.

"Kalau tidak hujan tidak ada bau," katanya.

Ia menyampaikan siap menutup kandang ayam itu namun belum tahu bagaimana dengan pemilik yang lain.

"Kalau saya pribadi siap menutup usaha peternakan ayam ini,entah peternak yang lain  siap atau tidak saya tidak tahu," katanya.

Pewarta: Juniardi
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026