Koba, Babel, (ANTARA) - Bupati Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Algafry Rahman mengajak masyarakat membudidayakan tanaman jagung pipil, karena memiliki prospek ekonomi yang kuat dengan didukung produktivitas memadai dan harga jual lebih kompetitif.
"Jagung merupakan salah satu komoditas andalan yang bisa dikembangkan menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat jika ditekuni dengan baik, petani melek teknologi dan memaksimalkan panen," kata Algafry usai menghadiri kegiatan panen raya jagung pipil milik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pading Makmur, Dusun C2, Desa Lubuk Pabrik, Kecamatan Lubuk Besar, Rabu.
Algafry menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat memicu semangat masyarakat untuk kembali bercocok tanam, khususnya di sektor hortikultura.
"Selain jagung, lahan ini juga dimanfaatkan untuk menanam cabai dan bawang merah secara bergiliran. Jagung sendiri dapat dipanen dalam waktu relatif singkat yakni sekitar tiga bulan," ujarnya.
Pemkab Bangka Tengah juga mengoptimalkan fungsi unit pengolahan hasil (UPH) jagung pipil, untuk meningkatkan produktivitas.
Dengan adanya UPH dapat meningkatnya produksi dan pendapatan masyarakat, terutama para petani yang tergabung dalam kelompok.
UPH tersebut merupakan bantuan pemerintah daerah kepada petani jagung pipil yang tergabung dalam kelompok untuk bisa mengembangkan industri jagung yang tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah melainkan sudah menjadi bahan setengah jadi.
"Dengan adanya UPH, maka sebelumnya petani hanya bisa menjemur dan dijual, sekarang bisa diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak dan bahkan tepung jagung untuk konsumsi pangan,” kata Algafry.
Pewarta: AhmadiEditor : Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026