Koba, Babel (ANTARA) - Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mengapresiasi kerukunan masyarakat lintas agama di Desa Trubus, Kecamatan Lubuk Besar yang hidup berdampingan secara damai.

"Walaupun masyarakat Desa Trubus menganut lima agama yang berbeda, semuanya hidup rukun, damai dan saling menghormati, ini contoh nyata yang harus terus dijaga," katanya saat menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Desa Trubus, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin.

Ia mengatakan perbedaan hidup beragama di Desa Trubus tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan dalam kehidupan sosial.

Ia menilai perayaan keagamaan yang melibatkan seluruh unsur masyarakat menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan toleransi antar-umat beragama.

Menurut dia, seluruh aktivitas sosial dan keagamaan di Desa Trubus selalu mendapat dukungan dari pemerintah desa, termasuk perayaan Imlek yang menampilkan berbagai kesenian serta dihadiri oleh pemeluk agama lain.

“Kebersamaan seluruh masyarakat dalam satu kegiatan tanpa melihat perbedaan agama merupakan gambaran bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan,” ujarnya.

Ia berharap, nilai-nilai toleransi dan kerukunan yang terbangun di Desa Trubus dapat menjadi contoh bagi daerah lain di wilayah Bangka Tengah.

Perayaan Imlek tersebut dihadiri ratusan warga keturunan Tionghoa berasal dari berbagai wilayah di Bangka Tengah serta masyarakat lintas agama di Desa Trubus.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dan toleransi yang terbangun di lingkungan desa.

Algafry menilai, kegiatan lintas keagamaan seperti perayaan Imlek bersama tersebut dapat menjadi sarana mempererat hubungan sosial masyarakat serta memperkuat persatuan dalam keberagaman.

"Nilai-nilai toleransi yang tumbuh di Desa Trubus diharapkan terus terjaga dan berkembang di tengah masyarakat," ujarnya.



Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026