Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyiapkan pengembangan program desa devisa, sebagai upaya penguatan ekonomi melalui peningkatan kapasitas produksi dan perluasan pasar produk unggulan lokal.
"Program desa devisa diarahkan untuk menghasilkan produk desa berorientasi ekspor guna meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat kemandirian fiskal daerah," ujar Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman saat membahas program tersebut bersama tim Kementerian Keuangan Satu (Kemenkeu 1) Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalpinang, Senin.
Menurut Algafry, Kabupaten Bangka Tengah memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan sebagai desa devisa, antara lain sektor perikanan melalui produk olahan ikan, UMKM kerajinan lidi nipah, serta sektor pertanian melalui komoditas lada putih dan kopi jelutung.
Melalui program desa devisa, pemerintah daerah setempat menargetkan peningkatan kapasitas produksi, peningkatan kualitas produk, serta terbukanya akses pasar internasional bagi pelaku usaha desa.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal dan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perdesaan.
“Manfaat yang ingin dicapai adalah meningkatnya pendapatan masyarakat desa, terbentuknya usaha yang berkelanjutan dan berkurangnya ketergantungan daerah terhadap transfer fiskal,” kata Algafry.
Pemkab Bangka Tengah akan memberikan dukungan untuk mendukung program desa devisa melalui penguatan pemberdayaan pelaku usaha, pendampingan produksi, serta fasilitasi pemasaran produk ke pasar ekspor.
Kepala Kantor Wilayah DJPb Bangka Belitung Syukriah menyatakan pihaknya mendukung pengembangan program desa devisa di Bangka Tengah.
Tim Kemenkeu 1 DJPb Babel, kata dia, akan memberikan pendampingan terhadap produk-produk potensial yang akan dikembangkan.
"Kita berharap program desa devisa di Bangka Tengah dapat menjadi percontohan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah," ujarnya.
Pewarta: AhmadiUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026