Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan mendorong keterlibatan ayah dalam menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan harmonis.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bangka Tengah Wiwik Susanti di Koba, Senin, mengatakan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dilakukan secara masif hingga menyentuh masyarakat di setiap kecamatan.

"Belum lama ini kita sudah mulai melakukan sosialisasi di Kecamatan Lubuk Besar yang melibatkan kalangan ayah sebagai orang pertama menjadi benteng perlindungan bagi anak," katanya.

Ia menjelaskan kegiatan sosialisasi lebih menitikberatkan pada tiga poin penting dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Ia menjelaskan bahwa laki-laki sebagai pelopor bukan terlapor, yang artinya ayah harus menjadi orang pertama yang menghentikan siklus kekerasan di lingkungannya.

Selain itu, edukasi emosi, yaitu jangan ragu menunjukkan kasih sayang karena ketegasan tidak harus dengan kekerasan dan wibawa tidak dibangun di atas rasa takut, sedangkan kemitraan sejajar, yakni menjadikan istri sebagai mitra dalam membangun rumah tangga yang harmonis.

Pihaknya terus berkomitmen menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui berbagai program edukasi dan penguatan ketahanan keluarga.

Namun demikian, menurut dia, upaya tersebut tidak dapat dilakukan pemerintah semata dan membutuhkan keterlibatan aktif para ayah dalam membangun pola pengasuhan yang positif di lingkungan keluarga.

“Kami membutuhkan tangan-tangan dingin para ayah untuk memastikan setiap anak di Kabupaten Bangka Tengah tumbuh dengan rasa aman dan setiap perempuan dihargai martabatnya,” ujarnya.

Ia mengatakan keterlibatan ayah dalam pola pengasuhan memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sekaligus menciptakan hubungan keluarga yang sehat dan saling menghargai.

Menurut dia, edukasi mengenai pengendalian emosi dan komunikasi yang baik di lingkungan keluarga perlu terus diperkuat agar potensi terjadinya kekerasan dapat dicegah sejak dini.

"Kita tentu berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan perempuan dan anak semakin meningkat sehingga dapat menekan potensi terjadinya kekerasan di lingkungan rumah tangga maupun sosial," ujar Wiwik.



Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026