Koba, Babel, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengusulkan pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Pangkalanbaru guna memudahkan akses pendidikan bagi pelajar setempat yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh ke Kota Pangkalpinang.
"Saya memang diperintahkan bupati untuk mendampingi Kepala Dinas Pendidikan dalam mengusulkan pembangunan sekolah baru ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, agar anak-anak kita di Pangkalanbaru tidak lagi harus bersekolah di luar kabupaten," ujar Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda di Pangkalanbaru, Jumat.
Ia menjelaskan meskipun kewenangan pembangunan SMA berada di bawah Pemerintah Provinsi Babel, namun pemerintah kabupaten tetap berhak mengusulkan pendirian sekolah dengan pertimbangan kebutuhan masyarakat.
"Pertimbangan utama kami adalah untuk mendekatkan akses pendidikan ke tempat tinggal siswa, sehingga dapat meminimalkan risiko perjalanan jauh bagi anak-anak," katanya.
Menurut Efrianda, saat ini banyak orang tua mengeluhkan harus menyekolahkan anak mereka ke SMA di Kota Pangkalpinang, dengan jarak tempuh mencapai 20 hingga 30 kilometer dari rumah.
"Tentu saja ini berdampak terhadap keamanan anak serta menambah beban biaya transportasi, waktu tempuh, dan operasional keluarga," jelasnya.
Ia menambahkan banyak orang tua yang akhirnya mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan pendidikan anak mereka ke jenjang SMA karena kendala tersebut.
"Jika ini dibiarkan, akan berdampak buruk terhadap dunia pendidikan kita dan tidak sejalan dengan visi misi daerah dalam menekan angka putus sekolah serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)," tegas Efrianda.
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berharap, usulan ini dapat segera direspons oleh pihak terkait demi menjamin pemerataan layanan pendidikan di seluruh wilayah kabupaten.
