Sungailiat (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melatih teknik penanggulangan bencana kepada ratusan pelajar dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 dan SMPN 6 Sungailiat.

Kepala BPBD Kabupaten Bangka Rusmansyah di Sungailiat, Rabu, mengatakan dalam teknik kebencanaan itu pelajar memperoleh pelatihan pengenalan jenis-jenis bencana, teknik evakuasi, hingga simulasi penanggulangan bencana sederhana.

"Pelajar memperoleh materi praktik dan pendampingan dari personel BPBD yang sudah berpengalaman dalam membuat tandu dan tangga darurat serta evakuasi korban di darat," jelas dia.

Meskipun materi dasar yang diberikan kepada pelajar, kata dia, edukasi ini bermakna menanamkan kesadaran dan kesiapsiagaan sejak dini menghadapi potensi bencana, termasuk juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian antar siswa dalam situasi darurat.

Ia berpendapat, kesadaran akan bencana harus ditanamkan sejak kecil, anak-anak yang dibekali pemahaman kebencanaan akan menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.

"Edukasi penanggulangan kebencanaan sesuai usulan dari lembaga sekolah itu, dan ruang yang sama diberikan kepada sekolah yang lain termasuk masyarakat umum," jelas Rusmansyah.

Rusmansyah mengakui potensi ancaman bencana alam di Kabupaten Bangka terbilang rendah, berdasarkan data 1 : 11 atau bencana alam terjadi dalam setiap 11 hari.

"Bencana alam yang sering terjadi berupa angin puting beliung di sejumlah tempat rawan bencana dengan tingkat kerusakan tergolong rendah atau hanya kerusakan pada atap rumah warga," katanya.

Dia mengatakan, pihaknya memperkuat peran relawan di setiap desa guna mempermudah akses bantuan jika terjadi musibah bencana alam di desa.



Pewarta: Kasmono
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026