Pangkalpinang (ANTARA) - Penjabat Wali Kota Pangkalpinang, M. Unu Ibnudin mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di pemerintahan kota itu untuk menjaga netralitas menjelang 13 hari pelaksanaan Pilkada Ulang di kota itu.
"Netralitas ASN dalam kontestasi politik itu sangat penting. Untuk seluruh ASN harus menahan diri dari segala bentuk dukungan kepada pasangan calon maupun aktivitas politik praktis," katanya dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Penyelenggara Pilkada Ulang oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Kamis (14/8).
Menurutnya, netralitas ASN adalah harga mati, sehingga diharapkan seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang benar-benar menjaga sikap, tidak terlibat dalam politik praktis.
"Karena hal ini bukan hanya komitmen moral, tetapi juga kewajiban hukum," kata Unu.
Unu juga menyampaikan bahwa seluruh tahapan persiapan Pilkada Ulang telah berjalan dengan baik, termasuk pemutakhiran dan validasi data pemilih yang dilakukan bersama KPU, Bawaslu, dan Kementerian Dalam Negeri.
"Kami dari Pemkot Pangkalpinang terus memperbarui dan memvalidasi data pemilih secara intensif. Kami ingin memastikan tidak ada kendala administrasi yang menghambat partisipasi masyarakat," jelasnya.
Untuk meningkatkan partisipasi publik, Pemerintah Kota bersama KPU dan Bawaslu juga akan memasang baliho ajakan ke TPS di seluruh titik strategis kota. Kampanye dengan tagline "Ayo ke TPS" ini diharapkan dapat menggugah kesadaran warga untuk menyalurkan hak pilihnya pada hari pencoblosan.
Unu juga menyampaikan apresiasi kepada TNI-Polri atas komitmen mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama proses Pilkada Ulang berlangsung.
Ia memastikan, Pemerintah Kota Pangkalpinang akan memberikan dukungan penuh kepada para petugas pelaksana, termasuk petugas TPS, baik dalam hal logistik, asupan gizi, maupun pemeriksaan kesehatan.
"Kami sudah siapkan tenaga medis di setiap kecamatan untuk mengantisipasi hal-hal darurat di hari H. Kesehatan petugas dan pemilih menjadi perhatian serius kami," tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa netralitas ASN akan terus diawasi, pemerintah kota tidak akan ragu menindak tegas apabila ditemukan pelanggaran.
"Kami sudah berkomitmen. Bila ada riak-riak pelanggaran netralitas, akan langsung kami proses. Ini bukan hanya untuk menjaga marwah birokrasi, tapi juga demi menciptakan Pilkada yang damai dan berintegritas," ujarnya.
Unu berharap sisa 13 hari menjelang Pilkada Ulang ini dapat dilalui dengan lancar dan damai, serta seluruh pihak dapat bersinergi menjaga suasana kondusif di Kota Pangkalpinang.
