Toboali, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar operasi pasar (OP) murah secara rutin setiap bulan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat di daerah itu.

“Dengan adanya pasar murah ini diharapkan inflasi dapat ditekan, harga bahan pokok tetap stabil, serta masyarakat memperoleh kebutuhan harian dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar,” kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Dkukmindag) Bangka Selatan Deka Indra di Toboali, Sabtu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bangka Selatan bekerja sama dengan Perum Bulog sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam mengendalikan harga pangan.

Pada operasi pasar kali ini, Bulog menyiapkan beras premium 50 kilogram, beras medium program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) 1.750 kilogram, gula pasir merek Vit 20 kilogram, minyak goreng merek Kita 72 liter, minyak goreng Fortune 48 liter, serta tepung terigu Segitiga Biru 36 kilogram.

Harga komoditas yang disediakan, antara lain beras premium Rp76.000 per 5 kilogram, beras medium SPHP Rp59.000 per 5 kilogram, gula Vit Rp18.000 per kilogram, minyak goreng Kita Rp18.000 per liter, minyak Fortune Rp18.500 per liter, dan terigu Segitiga Biru Rp12.000 per kilogram.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kata dia, harga sejumlah bahan pangan pokok di Bangka Selatan saat ini relatif stabil.

“Untuk saat ini belum ada kenaikan harga yang signifikan, kondisi pasokan pangan juga masih aman bagi masyarakat,” ujarnya.

Pemkab Bangka Selatan juga terus berkoordinasi dengan tim pengendali inflasi daerah (TPID) untuk memperkuat langkah antisipasi gejolak harga, khususnya menjelang hari besar keagamaan dan libur panjang.

"Kita berkomitmen menjaga ketersediaan stok dan distribusi pangan agar masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar serta daya beli masyarakat tetap terjaga," ujarnya.



Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026