Koba, Babel, (ANTARA) - Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTK) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meluncurkan program padat karya yang menyasar perbaikan infrastruktur pedesaan serta pengelolaan lingkungan dengan melibatkan masyarakat setempat.
Kepala Bidang Ketenagakerjaan DPMPTK Bangka Tengah Musniar di Koba, Selasa, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan RI untuk mengatasi pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Program ini memberikan kesempatan kerja sementara kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus melatih dan membekali keterampilan agar mereka lebih berdaya saing di pasar kerja," ujarnya.
Ia menjelaskan, sektor yang menjadi fokus padat karya meliputi pertanian, perikanan, pariwisata, dan infrastruktur pedesaan dengan sasaran warga Bangka Tengah berusia minimal 18 tahun.
"Untuk bidang infrastruktur pedesaan mencakup pekerjaan pemadatan dan pengerasan jalan, pembangunan jalan rabat beton dengan paving blok, pembuatan tanggul penahan tanah, perbaikan saluran irigasi, hingga pengelolaan sampah," jelasnya Musniar.
Program padat karya tersebut terbuka bagi lembaga pemerintah maupun nonpemerintah yang memiliki legalitas, dengan melibatkan masyarakat setempat. Setiap kelompok penerima wajib mempekerjakan 30 orang dengan durasi pekerjaan selama 15 hari.
Menurut dia, setiap kelompok akan menerima bantuan senilai Rp100 juta untuk pembelian bahan, upah pekerja berikut jaminan sosial ketenagakerjaan, serta biaya operasional penunjang.
"Dari nilai Rp100 juta itu, sekitar Rp58 juta dialokasikan untuk bahan, Rp36 juta untuk upah pekerja beserta pembayaran BPJS Ketenagakerjaan, dan sisanya untuk operasional, termasuk musyawarah desa sebelum pekerjaan dimulai," jelasnya.
Musniar berharap program tersebut dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat pedesaan dalam meningkatkan ekonomi lokal sekaligus menyerap tenaga kerja.
"Masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan call center di nomor 0852-8043-4439 atau 0821-2236-2894," demikian Musniar.
