Belitung (ANTARA) - Sejumlah petani di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memasuki musim panen padi periode Januari - Februari yang tersebar di sejumlah kawasan persawahan di wilayah itu.

‎"Beberapa lokasi persawahan di Belitung sudah memasuki musim panen periode Januari - Februari," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Belitung, Tenny Meireni di Tanjungpandan, Rabu.

‎Menurut dia, adapun luas kawasan persawahan di daerah itu yang memasuki musim panen periode Januari - Februari diketahui kurang lebih sekitar 50 hektare yang tersebar di sejumlah titik lokasi.

‎Ia menyebutkan, adapun kemampuan produksi kawasan persawahan yang panen di daerah itu periode Januari - Februari adalah sebanyak 3,68 ton Gabah Kering Giling (GKG) per hektare.

‎"Kami menilai kemampuan produksi ini sudah cukup maksimal," ujarnya.

‎Namun, lanjut Tenny, ada sejumlah kawasan persawahan yang memang mengalami penurunan produksi salah satunya disebabkan oleh faktor banjir.

‎"Namun produksi di lokasi kawasan persawahan lainnya sudah cukup baik," katanya.

‎Dia menyebutkan produksi padi petani di Kabupaten Belitung sampai periode November 2025 adalah sebanyak 1.120 ton Gabah Kering Giling (GKG) dari target produksi padi yang ditetapkan di 2025 sebanyak 1.197 ton GKG.

‎"Produksi padi di 2025 kami nilai cukup maksimal meskipun di tengah cuaca yang anomali, namun para petani tetap dapat menjaga produksi padi mereka agar tetap stabil," ujarnya.

‎Ia menyampaikan, guna meningkatkan produktivitas padi di daerah itu pada 2026 akan dilakukan sejumlah upaya diantaranya adalah penyaluran bantuan benih padi varietas unggul bermutu, bantuan pupuk bersubsidi, dan pengawalan budidaya padi di lapangan.

‎"Salah satunya dengan bantuan pengendalian hama penyakit dan bimbingan teknis sekolah lapang pengendalian hama penyakit. Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait yang melaksanakan baik perbaikan maupun peningkatan irigasi," katanya.



Pewarta: Apriliansyah
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026