Pangkalpinang (ANTARA) - Penambangan timah selain di darat juga dilakukan di laut. Beberapa alat mekanis digunakan baik dalam skala besar maupun skala kecil.
Penambangan skala kecil yang biasa digunakan oleh masyarakat dikenal dengan Photon Isap Produksi (PIP) atau tambang apung timah yang banyak ditemukan di peraiaran Laut Bangka sebelah Timur yakni dari Perairan Pantai Pasir Padi ke arah Selatan sampai Pantai Tanjung Gunung.
Keberadaan PIP pada kawasan tersebut berada di sekitar 5 km dari bibir pantai dengan kedalaman sekitar 8-15meter dari permukaan air laut.
Penambangan timah di laut menjadi bagian yang tidak terpisahkan oleh warga setempat untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap proses deposisi sedimentasi di dasar laut.
Lambatnya proses pengendapan serta adanya sirkulasi aktivitas penambangan dari proses PIP yang dibuang kembali ke laut yang dikenal dengan tailing menjadi salahsatu pengaruh terhadap proses sedimentasi laut.
Tim Peneliti yang diketuai oleh Guskar melakukan survei serta pengambilan sampel solid di sekitar area sedimentasi hasil aktivitas penambangan timah laut menggunakan PIP.
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa endapan sedimentasi termasuk dalam kategori bertekstur pasir lempung dengan nilai Total Suspended Solids (TSS) rata-rata 18,7 mg/L, Oksigen Terlarut (DO) rata-rata 7,4 mg/L, pH 7,9, dan salinitas 31,3% yang termasuk dalam kategori masih dalam batas aman untuk ekosistem ikan air laut. Yang menarik dari beberapa sampel solid yang diambil ditemukan satu area yang terdapat Lamun. Hal ini menujukkan bahwa area dikawasan penambangan timah laut masih bersahabat dengan biota laut setempat.
Dari sampel solid yang diteliti diperoleh kriteria logam tanah jarang (berat) yakni ytterbium (Y) yang ditemukan disemua ukuran 120mesh,140mesh,180mesh, 200mesh, 250mesh sedangkan nilai kadar timah (Sn) yang diperoleh antara 43 ppm – 436 ppm. Sementara itu, hasil analisis laboratorium terhadap sampel solid juga diperoleh unsur radioaktif yang termasuk kategori elemen stabil.
Aktivitas penambangan timah di laut memang berdampak pada kualitas air laut dan bahkan ekosistem laut tetapi dari hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa kondisi penambangan timah laut masih bersahabat dengan biota laut setempat walaupun secara visual terlihat warna air laut tidak sebiru mata memandang.
Penulis: Guskarnali
Dosen Universitas Bangka Belitung
Uploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026