"Kami harapkan seluruh anggota tidak mencederai hubungan baik dengan pemkab hanya karena ulah satu orang oknum PNS yang mencoba menjebak Ketua Pokja Wartawan Bangka Barat dalam kasus pengadaan genset RSUD Sejiran Setason,"Muntok (Antara Babel) - Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung mengimbau anggotanya untuk tetap profesional dan objektif dalam setiap peliputan berita.
"Kami harapkan seluruh anggota tidak mencederai hubungan baik dengan pemkab hanya karena ulah satu orang oknum PNS yang mencoba menjebak Ketua Pokja Wartawan Bangka Barat dalam kasus pengadaan genset RSUD Sejiran Setason," ujar Sekretaris Pokja Hendra Irawan di Muntok, Rabu.
Ia mengingatkan agar rekan-rekan wartawan tetap melakukan peliputan berita secara objektif tanpa maksud menyudutkan seseorang dan tetap menjaga hubungan baik dengan para narasumber.
"Kami ingin semua anggota bermitra dengan siapa saja dengan tujuan bersama-sama membangun Kabupaten Bangka Barat untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera," kata dia.
Hendra menyampaikan imbauan ini terkait dengan tindakan oknum PNS di RSUD Sejiran Setason yang berusaha menjebak Ketua Pokja Wartawan Bangka Barat, Husni, dengan dalih pemerasan terkait kasus pengadaan genset di unit pelayanan kesehatan itu.
Dalam kasus tersebut, Hendra menyambut baik peran aktif Ketua LSM Mantap yang meminta pokja melaporkan kasus itu ke Bupati, Mendagri dan penegak hukum karena ulah Oknum PNS itu merupakan hal buruk yang bisa mencederai korps PNS sebagai abdi masyarakat.
Hendra mengatakan, pokja dalam hal ini belum akan melaporkan tindakan oknum PNS tersebut karena saat ini proses hukum pemerasan yang dilakukan tersangka yang mengaku sebagai wartawan sedang berjalan.
"Menjebak ketua pokja dengan memanfaatkan kasus pemerasan yang dilakukan seorang tersangka yang mengaku sebagai wartawan merupakan tindakan yang tidak profesional dan kami heran mengapa di era sekarang ini masih ada oknum-oknum yang ingin mencederai profesi wartawan," kata dia.
Ia menambahkan, biarlah masyarakat yang menilai kinerja rekan-rekan wartawan, apakah sudah objektif dan profesional.
Terkait upaya yang harus ditempuh para wartawan untuk melaporkan tindakan oknum PNS kepada Bupati atau Mendagri, Hendra mengatakan Bupati Bangka Barat sudah bisa menilai tanpa harus menunggu adanya laporan secara resmi.
"Kami dari pokja tidak mau hubungan baik dengan pemda terutama dengan unsur Muspida Bangka Barat luntur gara-gara ulah satu orang oknum, selama ini pemberitaan yang dibuat rekan-rekan di pokja juga merupakan berita yang cukup objektif tanpa ada maksud menyudutkan kepada seseorang demi tercapainya tujuan pembangunan masyarakat yang sejahtera," kata dia.
Ia menambahkan, selama ini pemberitaan wartawan bukan berdasarkan suka atau tidak suka terhadap narasumber, begitu juga pemberitaan terkait sejumlah proyek yang menggunakan uang negara.
"Kami sebagai wartawan bukannya usil terhadap pekerjaan orang, tetapi kami hanya ingin mengajak pelaksana proyek atau kuasa pengguna anggaran bekerja dengan baik dan benar sesuai ketentuan yang berlaku," kata dia.
Pewarta: pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.