Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat jumlah penumpang yang datang ke bandar udara di Provinsi Babel pada Agustus 2025 sebanyak 60.947 orang atau turun 21,47 persen dibandingkan bulan sebelumnya 77.614 orang.

"Penurunan kedatangan penumpang angkutan udara ini terjadi di Bandara Pangkalpinang dan Belitung," kata Kepala BPS Kepulauan Babel Toto Haryanto Silitonga di Pangkalpinang, Jumat.

Ia mengatakan jumlah kedatangan penumpang angkutan udara di Bandara Depati Amir Pangkalpinang selama Agustus 2025 sebanyak 41.445 orang atau turun 22,43 persen dibandingkan bulan sebelumnya  53.427 orang.

Demikian juga jumlah kedatangan penumpang di Bandara H.A.S. Hanandjoeddin Tanjungpandan Belitung sebanyak 19.502 orang atau turun 19,37 persen dibandingkan bulan sebelumnya  24.187 orang.

"Selama Januari hingga Agustus tahun ini, jumlah kedatangan penumpang tercatat turun sebesar 9,13 persen," katanya.

Ia menyatakan jumlah penumpang angkutan udara yang berangkat dari Kepulauan Bangka Belitung pada Agustus 2025 sebanyak 61,67 ribu orang, turun sebesar 10,81 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. 

"Penurunan ini dipicu oleh penurunan pada Bandar Udara Depati Amir dan H. As Hanandjoeddin masing-masing sebesar 10,47 dan 11,48 persen," katanya. 

Ia menambahkan volume barang yang dimuat melalui kargo pesawat pada Agustus 2025 mengalami penurunan sebesar 8,99 persen. Total barang yang dimuat pada Bulan Agustus sebesar 300,53 ton. 

:Penurunan volume barang yang dimuat dipicu oleh penurunan muat pada bandar udara yaitu Bandar Udara Depati Amir dan H.A.S Hanandjoeddin sebesar 10,53 dan 5,51 persen," katanya.

Demikian juga volume barang yang dibongkar melalui kargo pesawat pada Agustus 2025 mengalami penurunan sebesar 25,26 persen dibandingkan bulan sebelumnya. 

"Total barang yang dibongkar pada Agustus 2025 sebesar 714,30 ton. Penurunan volume barang yang dibongkar dipicu oleh penurunan pada Bandar Udara Depati Amir dan H.A.S Hanandjoeddin masing-masing sebesar 30,27 persen dan 14,40 persen," katanya.



Pewarta: Aprionis
Editor : Joko Susilo

COPYRIGHT © ANTARA 2026