Pangkalpinang (ANTARA) - Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang bersama Pemerintah Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkuat program pembinaan warga binaan permasyarakatan (WBP), guna meningkatkan kemandirian WBP.
"Sinergi penguatan pembinaan ini penting, agar warga binaan memiliki keterampilan dan bisa menerapkannya setelah bebas nanti," kata Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang Novriadi di Pangkalpinang, Sabtu.
Ia mengatakan dalam meningkatkan dan memperkuat program pembinaan warga binaan ini, Lapas Narkotika bersama Pemkot Pangkalpinang telah membahas peningkatan pembinaan dan kolaborasi lintas sektor bagi reintegrasi sosial warga binaan pasca-bebas.
"Kita bersama Wali Kota Pangkalpinang Saparudin telah membahas penguatan program pembinaan bagi warga binaan selama menjalani masa hukumannya di dalam lapas," katanya.
Baca juga: Lapas dan BNN Pangkalpinang perkuat sinergisitas berantas narkoba
Baca juga: Lapas Narkotika Pangkalpinang musnahkan barang sitaan dari kamar warga binaan
Ia menyatakan selama ini lapas telah melakukan pelatihan kerja seperti las, membudidayakan tanaman holtikultura, palawija dan lainnya, agar WBP memiliki keterampilan dan bisa menerapkan keterampilan yang dimiliki setelah bebas nanti.
Selain itu, Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang juga membina kerohanian, kesehatan, perpustakaan, olah raga seperti futsal, tenis, voli dan tenis meja.
"Meski lahan yang tersedia di lapas kecil, tetapi kita berupaya memaksimalkannya untuk melatih dan membina WBP membudidayakan lele, tanaman holtikultura dan sayur mayur lainnya," katanya.
Wali Kota Pangkalpinang Saparudin menyambut baik dan mengapresiasi langkah Lapas Narkotika Pangkalpinang dalam menciptakan sistem pembinaan yang humanis dan berkelanjutan.
"Pemerintah kota berkomitmen untuk terus mendukung program pembinaan yang berdampak positif bagi masyarakat binaan di dalam lapas ini," katanya.
