Bangka Tengah, Babel (ANTARA) - Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan tidak ditemukan praktik peredaran beras oplosan maupun beras impor ilegal di daerah setempat.

Kepala Disperindagkop-UKM Kabupaten Bangka Tengah Irwandi di Koba, Jumat, mengatakan hingga saat ini stok beras di Bangka Tengah aman dan tidak ditemukan adanya beras oplosan.

“Tidak ada beras oplosan terkait stok beras, apalagi praktik impor beras ilegal itu jelas tidak ada," ujarnya menyikapi ada penemuan kasus beras oplosan dan impor ilegal di daerah lain.

Menanggapi maraknya temuan gudang beras impor di Aceh yang diduga masuk melalui jalur laut, Irwandi menilai keberadaan beras impor dapat berdampak negatif terhadap petani lokal.

“Dampaknya dari segi harga jual gabah dan beras lokal yang menyebabkan penurunan pendapatan karena persaingan yang tidak seimbang, tentu dapat menurunkan motivasi petani untuk menanam padi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa stok beras di Bangka Tengah saat ini berasal dari produk lokal dan pasokan dari Pulau Jawa berdasarkan informasi yang diterima dari distributor.

"Ketersediaan beras beras di Bangka Tengah memakai produk lokal dan dari Pulau Jawa,” kata dia.

Terkait potensi masuknya beras impor ilegal melalui jalur sungai atau jalur tikus, Irwandi memastikan hal itu belum pernah terjadi.

“Selama ini tidak ada, karena masing-masing kabupaten/kota rutin melakukan pengawasan terutama terhadap beras, baik oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) maupun dinas terkait,” ujarnya.

Ia juga mengatakan pengawasan dilakukan secara rutin setiap bulan pada tiga gudang beras atau distributor yang berada di wilayah Kabupaten Bangka Tengah.

"Kami terus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras untuk masyarakat dengan memperkuat pengawasan serta koordinasi lintas sektor," ujarnya.

 



Pewarta: Ahmadi
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026