Pangkalpinang (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Bangka Belitung membantu merehabilitasi lingkungan melalui penanaman 12.500 bibit pohon kaliandra di lahan kritis Desa Keposang, Kabupaten Bangka Selatan.

"Kegiatan ini merupakan salah satu program kita dalam menjawab tantangan krisis ekologis yang semakin nyata, sekaligus menjadi bagian dari gerakan penanaman pohon serentak pada Hari Menanam Pohon Indonesia 2025," kata General Manager PLN UIW Babel Ira Savitri di Pangkalpinang, Senin.

Aksi ini juga merupakan implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN Babel yang berkontribusi langsung terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan dalam penanganan perubahan iklim dan ekosistem daratan.

Penanaman di atas lahan seluas lima hektare ini melibatkan pemerintah daerah, penyuluh kehutanan, kelompok tani hutan, mahasiswa, komunitas, dan warga sekitar sebagai bentuk kolaborasi banyak pihak dalam memulihkan ekosistem yang terdegradasi.

Melalui peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia, PLN menghadirkan kontribusi nyata untuk lingkungan melalui penanaman kaliandra sebagai pohon energi. Selain memulihkan lahan kritis, kaliandra berpotensi mendukung penyediaan biomassa sebagai bagian dari transisi menuju energi yang lebih bersih.

"Terima kasih kepada pemerintah daerah, KTH, dan seluruh pihak yang telah bersinergi sehingga kegiatan hari ini berjalan baik serta bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Senior Manajer Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UIW Babel Anton Wahyu Utomo mengatakan upaya pemulihan lingkungan telah menjadi gerakan berkelanjutan PLN sepanjang 2025.

"Penanaman pohon ini bukan yang pertama, di tahun 2024 PLN UIW Babel bersama masyarakat menanam 10.000 pohon di Gunung Asam Belinyu, tahun 2025 bersama pemangku kepentingan lain kita menanam 10.000 mangrove di sepanjang Pantai Penyak, Bangka Tengah," katanya.

Melalui kegiatan seperti itu, PLN ingin membangun kesadaran kolektif bahwa pelestarian lingkungan adalah gerakan bersama yang membutuhkan sinergi semua pihak.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Babel Bambang Trisula mengapresiasi komitmen PLN dalam menjawab tantangan ekologis di daerah.

"Menanam adalah investasi untuk udara yang lebih bersih, ekosistem yang lebih sehat, sumber energi yang lebih hijau, dan masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Pelaksanaan penanaman didukung pendampingan dari penyuluh kehutanan KPHP Muntai Palas, DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan KTH setempat untuk memastikan proses perawatan, pengawasan pertumbuhan, hingga keberhasilan rehabilitasi berjalan optimal.

Dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor, PLN berharap upaya penghijauan ini dapat semakin memperkuat ketahanan ekosistem di Bangka Belitung sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Kegiatan menanam diharapkan mampu menjaga kelestarian hutan serta mencegah bencana ekologis seperti banjir dan longsor akibat degradasi lahan, sebuah ancaman yang turut memicu kejadian serupa di sejumlah daerah.

Penguatan tutupan vegetasi menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas lingkungan di tengah meningkatnya risiko perubahan iklim.



Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026