Koba, Babel, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, membutuhkan pembangunan tower sinyal untuk mengatasi wilayah blank spot atau daerah tanpa akses internet yang masih ditemukan di sejumlah lokasi.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfosta) Bangka Tengah Dede Lina Lindayanti di Koba, Senin, mengatakan beberapa daerah yang masih terkendala sinyal berada di Dusun Panang, Dusun C2, dan beberapa ruas jalan di Kecamatan Lubuk Besar dan Sungaiselan.
"Beberapa pemukiman yang benar-benar blank spot rata-rata berada di wilayah Kecamatan Lubuk Besar," katanya.
Ia mengatakan kondisi di Kecamatan Sungaiselan berbeda karena gangguan sinyal lebih banyak terjadi di jalan-jalan penghubung antardesa dan kecamatan.
"Kalau di Sungaiselan, sinyal hanya sulit di jalan-jalan penghubung. Sementara di Desa Panang, Kecamatan Lubuk Besar, tidak ada sinyal sama sekali," ujarnya.
Dede menjelaskan pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk membangun tower sinyal di wilayah yang belum terjangkau layanan internet tersebut.
"Saat ini kami masih menunggu keputusan pemerintah pusat terkait provider yang akan membangun tower," katanya.
Ia menyebutkan sejumlah wilayah, seperti Desa Perlang dan Dusun Panang sudah masuk dalam tahap survei sebelum dilakukan pembangunan infrastruktur telekomunikasi.
"Setelah survei, pembangunan tower sinyal seharusnya tidak lama lagi akan dimulai," ujarnya.
Ia berharap pembangunan tower sinyal itu dapat memperluas jangkauan internet dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di bidang pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik.
"Kami ingin seluruh masyarakat Bangka Tengah bisa merasakan manfaat internet demi kemajuan daerah," kata Dede.
