Sungailiat (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meningkatkan pengawasan kebersihan lingkungan guna mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di musim hujan.

Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kabupaten Bangka, Boy Yandra di Sungailiat, Selasa mengatakan, pengawasan kebersihan lingkungan sangat penting sebagai langkah awal mencegah penyebaran DBD yang berpotensi meningkat di saat musim penghujan.

"Petugas kesehatan dan semua kader posyandu dibantu relawan dari Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) turun ke lapangan memantau langsung kondisi kebersihan lingkungan masyarakat," jelas Boy Yandra.

Ia mengatakan, kebersihan lingkungan merupakan cara awal pencegah DBD, dan memastikan lingkungan masyarakat harus bebas dari sampah yang dapat menjadi media berkembang biak nyamuk.

"Saluran air dipastikan tidak ada tumpukan sampah yang dapat menyumbat air mengalir, di lingkungan pemukiman warga diharuskan tidak ada genangan air," kata dia.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, jumlah kasus penyebaran DBD terhitung sampai minggu ke-48 tahun 2025, sebanyak 364 orang.

"Dari 364 kasus DBD yang tersebar di sejumlah wilayah kecamatan seperti Kecamatan Sungailiat, Kecamatan Bakam, Riau Silip dan Kecamatan Belinyu," jelas dia.

Ia mengatakan, dari ratusan kasus penyebaran DBD di wilayah kecamatan itu diketahui dua orang kasus DBD meninggal dunia termasuk seorang ibu hamil.

Prilaku hidup bersih dan sehat dengan gerakan 5 M harus diterapkan masyarakat, seperti menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan air, menutup rapat tempat-tempat penampungan air.

Kemudian mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menimbulkan perkembangbiakan nyamuk yang menularkan DBD, menimbun barang-barang bekas atau plastik sampah yang digenangi air hujan seperti ban bekas.

"Penggunaan kelambu saat tidur dan repelen perlu diperhatikan untuk mengantisipasi gigitan nyamuk," ujar Boy Yandra.



Pewarta: Kasmono
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026