Koba, Babel (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memaknai peringatan Hari Amal Bakti (HAB) sebagai momentum untuk memperkuat peran dalam menjaga kerukunan.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah Jamalaudin di Koba, Selasa, mengatakan peringatan Hari Amal Bakti ke-80 tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan sosial yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Hari Amal Bakti ini kami maknai sebagai penguatan kerukunan dan kebersamaan melalui kegiatan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Ia mengatakan, kegiatan sosial lintas sektor menjadi salah satu upaya membangun kepercayaan publik terhadap peran Kementerian Agama sebagai penjaga harmoni sosial dan kehidupan beragama.
“Kerukunan harus dibangun melalui kehadiran nyata di tengah masyarakat, bukan hanya lewat kegiatan seremonial,” ujarnya.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Koba sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan Hendri mengatakan salah satu rangkaian kegiatan dalam peringatan HAB tersebut adalah sunat massal yang diikuti 15 anak dari Desa Nibung, Simper, Koba, dan Kurau.
Menurut Hendri, kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak sebagai wujud semangat gotong royong dan kebersamaan dalam menjaga kerukunan di tingkat masyarakat.
“Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama Kemenag Bangka Tengah, Dinas Kesehatan, Puskesmas Koba, serta Baznas Bangka Tengah. Sinergi ini penting untuk menjaga kerukunan di tingkat akar rumput,” katanya.
Selain sunat massal, peringatan Hari Amal Bakti juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang melibatkan masyarakat lintas usia, sebagai upaya mempererat hubungan antara Kementerian Agama dan masyarakat.
Melalui peringatan Hari Amal Bakti, Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah berharap nilai-nilai kerukunan, kebersamaan, dan pelayanan publik dapat terus diperkuat serta memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama di daerah tersebut.
