Belitung (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menargetkan dapat memproduksi sebanyak 1.691 ton padi di tahun 2026, guna mendukung program swasembada dan kemandirian pangan di wilayah setempat.
"Target produksi padi di Belitung untuk tahun 2026 adalah sebanyak 1.691 ton," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura DKPP Belitung, Tenny Meireni di Tanjung Pandan, Senin.
Menurutnya, sedangkan target luas tanam padi di daerah itu sepanjang 2026 adalah seluas 545,52 hektare yang tersebar di sejumlah titik persawahan setempat seperti di wilayah Kecamatan Membalong dan Badau.
"Kami juga akan mengoptimalkan lahan sawah tidur selama ini karena tidak digarap oleh petani untuk kembali dikelola guna meningkatkan produksi padi dan mendukung program ketahanan pangan nasional," ujarnya.
Ia mengatakan, adapun produksi padi petani di Kabupaten Belitung sampai periode November 2025 adalah sebanyak 1.120 ton Gabah Kering Giling (GKG) dari target produksi padi yang ditetapkan di 2025 sebanyak 1.197 ton GKG.
"Produksi padi di 2025 kami nilai cukup maksimal meskipun di tengah cuaca yang anomali, namun para petani tetap dapat menjaga produksi padi mereka agar tetap stabil," katanya.
Tenny menyampaikan, guna meningkatkan produktivitas padi di daerah itu pada 2026 akan dilakukan sejumlah upaya diantaranya adalah penyaluran bantuan benih padi varietas unggul bermutu, bantuan pupuk bersubsidi, dan pengawalan budidaya padi di lapangan.
"Salah satunya dengan bantuan pengendalian hama penyakit dan bimbingan teknis sekolah lapang pengendalian hama penyakit. Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait yang melaksanakan baik perbaikan maupun peningkatan irigasi," ujarnya.
Pewarta: ApriliansyahEditor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026