Kita harapkan dengan pelatihan pengembangan kapasitas yang diberikan, kita membantu menciptakan calon-calon pemimpin Palestina yang mampu memperjuangkan kemerdekaan dan kemajuan bangsanya di kemudian hari,
Magelang (Antara Babel) - Program-program pelatihan dalam kerja sama bantuan pengembangan kapasitas yang diberikan Pemerintah RI kepada warga Palestina merupakan bentuk dukungan Indonesia bagi upaya perjuangan kemerdekaan Palestina.

"Kita harapkan dengan pelatihan pengembangan kapasitas yang diberikan, kita membantu menciptakan calon-calon pemimpin Palestina yang mampu memperjuangkan kemerdekaan dan kemajuan bangsanya di kemudian hari," kata Dubes RI untuk Jordania merangkap Palestina Teguh Wardoyo di Magelang, Senin.

Menurut Dubes Teguh, Indonesia adalah salah satu negara yang terus konsisten dalam memberikan dukungan kepada pemerintah dan rakyat Palestina dalam upaya melepaskan diri dari penjajahan Israel dan berjuang meraih kemerdekaan penuh sebagai suatu bangsa dan negara.

"Hingga saat ini Indonesia menjadi tulang punggung upaya kemerdekaan Palestina. Indonesia tidak henti-hentinya memberikan dukungan dan gagasan baru bagi perjuangan kemerdekaan Palestina, termasuk melalui berbagai forum internasional," ujar Dubes Teguh.

Dia menambahkan, program pelatihan pengembangan kapasitas adalah satu bentuk dukungan riil dari Indonesia kepada Palestina.

Sejauh ini Pemerintah Indonesia telah memberikan pelatihan untuk sekitar 1.700 warga Palestina melalui 154 program pengembangan kapasitas di berbagai bidang, antara lain pelatihan pariwisata, pertanian, konstruksi, pelatihan penanganan kejahatan dunia maya bagi personel kepolisian.

Pada Maret 2017, Direktorat Kerja Sama Teknik Kementerian Luar Negeri RI mengadakan program pelatihan internasional untuk membantu Palestina mengembangkan pariwisata dan mengelola situs-situs bersejarah di negara itu.

Kegiatan pelatihan, "International Training Workshop on Tourism and Antiquities for Palestinians", yang dilaksanakan di Magelang dan Yogyakarta pada 13-24 Maret diikuti oleh 11 peserta dari Palestina yang bekerja di bidang pariwisata, arkeologi, balai konservasi situs bersejarah dan budaya.

"Palestina diberkati dengan situs-situs budaya bersejarah yang luar biasa. Kegiatan pelatihan ini menjadi semakin penting untuk mendukung sektor Pariwisata Palestina, khususnya dalam mengelola dan mengembangkan situs-situs arkeologi," kata Dubes Teguh.

Menurut dia, pelatihan internasional tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para peserta dalam upaya melakukan restorasi situs-situs purbakala dan bersejarah di Palestina.

Dia juga menyebutkan bahwa program pelatihan tersebut merupakan kelanjutan dari pelatihan serupa yang diadakan pada Maret 2015.

"Sekitar dua tahun lalu, kita berhasil mengadakan pelatihan pariwisata yang diikuti 20 peserta dari Palestina," ujar dia.

Pada 2017, Direktorat Kerja Sama Teknik Kemlu RI berencana melaksanakan 15 program pengembangan kapasitas bagi negara-negara di kawasan Asia, Pasifik, Afrika, Timur Tengah, dan Karibia.

Pewarta: Yuni Arisandy
Editor : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026