Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menjajaki peluang ekspor kain cual dan batik khas Bangka Belitung ke Kuala Lumpur, Malaysia, melalui kegiatan business pitching yang digelar bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan RI.
Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Pengembangan Ekspor Disperindag Bangka Belitung, Agus Setio Rini, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal mempertemukan pelaku UMKM daerah dengan Atase Perdagangan Indonesia di Kuala Lumpur guna membuka akses pasar ekspor.
“Kami berharap sinergi pemerintah daerah, kementerian, perwakilan perdagangan luar negeri, serta instansi vertikal dapat mendorong produk UMKM Bangka Belitung masuk ke pasar ekspor,” kata Agus di Pangkalpinang, Kamis.
Kegiatan business pitching itu menghadirkan sejumlah pelaku usaha, antara lain CV Media 46 dengan merek Ishadi Cual, CV Sepiak Belitong, Batik Kampung Katak, dan Tanah Wari. Para pelaku usaha memaparkan profil perusahaan serta produk unggulan kepada perwakilan Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur.
Perwakilan Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur, Aziza Rahmaniar, menjelaskan pasar Malaysia memiliki karakteristik tersendiri, di antaranya lebih menyukai produk batik dalam bentuk busana jadi dibanding kain. Selain itu, segmen harga juga menjadi pertimbangan karena produk tekstil premium dengan harga tinggi dinilai memiliki pasar terbatas.
Dirinya menyarankan pelaku usaha untuk menyesuaikan desain dan harga produk, serta memanfaatkan kolaborasi dengan butik, pameran fesyen, hingga promosi digital melalui platform media sosial dan marketplace di Malaysia.
“Kegiatan promosi perlu dilakukan secara konsisten agar produk dikenal. Ekspor juga harus disiapkan secara matang, termasuk kelengkapan dokumen kepabeanan, agar tidak menimbulkan risiko di kemudian hari,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, pelaku usaha juga memaparkan keunikan produk masing-masing. Ishadi Cual menonjolkan kain tenun cual sebagai identitas budaya Bangka Belitung, Sepiak Belitong mengangkat motif pantai dan kearifan lokal, Batik Kampung Katak mengembangkan batik premium berbasis motif lokal serta pemberdayaan penyandang disabilitas, sementara Tanah Wari menghadirkan produk fesyen bertema sejarah di atas kain.
Disperindag Bangka Belitung menilai business pitching ini menjadi sarana strategis untuk memperluas jejaring dagang dan meningkatkan kesiapan UMKM daerah agar mampu bersaing di pasar internasional, khususnya Malaysia sebagai pasar terdekat.
Pewarta: Elza ElviaEditor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026