Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menargetkan tingkat kemiskinan pada 2026 turun menjadi 5,12 persen atau berkurang 1,58 poin dibandingkan kondisi  2025.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Bangka Tengah RM Ikmanto di Koba, Kamis, mengatakan persentase penduduk miskin pada 2025 tercatat sebesar 6,70 persen.

Angka tersebut meningkat 0,76 poin dibandingkan  2024 dan belum mencapai target kemiskinan 2025 sebesar 5,40 persen.

“Pada 2025 jumlah penduduk miskin di Bangka Tengah mencapai 13.710 jiwa, bertambah 1.670 jiwa dibandingkan 2024,” kata Ikmanto.

Ia menyebutkan tingkat kemiskinan Bangka Tengah merupakan yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 2025.

Kabupaten Belitung Timur berada di urutan berikutnya dengan 6,69 persen, disusul Kabupaten Belitung sebesar 6,44 persen.

Menurut Ikmanto, kondisi tersebut memerlukan langkah konkret dan terintegrasi dari pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, kata dia, menyiapkan sejumlah strategi penanggulangan kemiskinan, antara lain pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan, serta penguatan tata kelola pemerintahan.

Program penanggulangan kemiskinan pada 2026 akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, sebagaimana pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.

Program tersebut mencakup penataan kawasan permukiman, pengembangan perumahan, penyaluran bantuan bagi penyandang disabilitas, penyediaan rumah layak huni, serta berbagai program sosial lainnya.

"Kita berharap berbagai upaya tersebut dapat menurunkan tingkat kemiskinan di Bangka Tengah sesuai target yang telah ditetapkan," kata Ikmanto.



Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026