Koba, Babel (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Tengah Ahmad Syarifullah Nizam menegaskan Palang Merah Indonesia (PMI) garda terdepan yang berperan strategis dalam menjaga ketersediaan darah bagi pasien, terutama di tengah potensi krisis darah yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
"PMI menjalankan tugas kemanusiaan yang sangat krusial karena berkaitan langsung dengan keselamatan nyawa manusia, terutama dalam menjaga ketersediaan darah bagi pasien,” katanya di Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis.
Ia mengatakan hal itu menyikapi kondisi ketersediaan daerah untuk pasien dalam kondisi darurat pada beberapa rumah sakit di daerah itu.
Ia mengatakan PMI menjadi mitra penting pemerintah daerah dalam mendukung pelayanan kesehatan, khususnya menjamin pasokan darah bagi rumah sakit dan fasilitas kesehatan agar layanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Ia mengatakan potensi krisis stok darah dapat muncul akibat meningkatnya kebutuhan pasien yang tidak selalu sebanding dengan jumlah pendonor.
Kondisi tersebut, katanya, menuntut PMI untuk terus aktif mengelola stok darah serta memobilisasi partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah.
Nizam juga menegaskan bahwa pengabdian sebagai pengurus PMI merupakan kerja kemanusiaan yang dijalankan melampaui jam kerja formal.
Oleh karena itu, kata dia, integritas dan komitmen pengurus menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik.
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menitipkan tiga pesan utama kepada kepengurusan PMI, yakni menjaga integritas dan marwah organisasi dalam menjalankan amanah kemanusiaan, melakukan transformasi pelayanan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat, terutama dalam pengelolaan dan pengawalan stok darah, penanggulangan bencana, serta penanganan persoalan sosial lainnya tanpa memandang latar belakang.
Selain itu, katanya, memperkuat soliditas internal organisasi agar PMI tetap responsif, solid, dan siap bergerak cepat dalam setiap kondisi darurat.
Ia mengatakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk PMI Bangka Tengah pada 2026 diproyeksikan mencapai sekitar Rp10 miliar.
Dia mengharapkan dukungan anggaran tersebut dapat memperkuat peran PMI dalam mencegah krisis stok darah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
“PMI itu tempat yang sangat mobile. Kami berharap PMI mampu menjalankan tugas sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 dengan prinsip kemandirian dan kesukarelaan,” kata Nizam.
Pewarta: AhmadiUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026