Palembang (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel-Babel) memastikan stok beras di wilayah itu dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.

Pimpinan Wilayah Bulog Kanwil Sumsel-Babel Mersi Windrayani di Palembang, Rabu, mengatakan saat ini ketersediaan beras mencapai 79 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

Untuk wilayah Sumsel, tercatat sekitar 505 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) akan menerima total alokasi 20 ribu ton beras bantuan pangan.

Stok kami sangat siap dan mencukupi. Kami masih menunggu penugasan resmi untuk alokasi Februari dan Maret. Mudah-mudahan segera ditetapkan sehingga penyaluran bisa langsung dilakukan, terlebih stok akan terus bertambah seiring penyerapan hasil panen yang saat ini merata di berbagai wilayah, katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mengatakan pihaknya mendorong Bulog agar segera mendistribusikan cadangan beras yang telah mendekati usia satu tahun guna memberi ruang bagi penyerapan hasil panen petani pada musim mendatang.

Kami mendorong kementerian terkait dan Bulog untuk segera menyusun langkah agar beras yang usianya hampir satu tahun bisa segera keluar dari gudang. Jangan sampai gudang penuh dan tidak tersedia lagi ruang untuk menyimpan hasil panen baru, mengingat tahun ini Bulog juga mendapat penugasan menyerap beras maupun jagung, katanya.

Meski demikian, Alex mengapresiasi manajemen perawatan gudang Bulog Sumsel Babel yang dinilai mampu menjaga kualitas beras meski telah disimpan dalam waktu lama.

Direktur SDM dan Umum Perum Bulog, Sudarsono Hardjoesoekarto, menyampaikan secara nasional Bulog akan segera menyalurkan sekitar 660 ribu ton beras melalui program bantuan pangan periode FebruariMaret.

Dari total 15.000 ton stok di Gudang Sukamaju Palembang, sekitar 5.000 ton di antaranya merupakan beras lama yang diprioritaskan untuk disalurkan lebih dulu melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Gerakan Pangan Murah.

Beras yang akan dikeluarkan tentu diprioritaskan yang usianya lebih lama melalui bantuan pangan, program SPHP, dan Gerakan Pangan Murah. Begitu anggaran tersedia dan penugasan resmi diterbitkan, seluruh proses sudah siap dijalankan karena data penerima sudah siap dan petugas distribusi telah disiagakan hingga ke tingkat desa, kata dia.



Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026