Belitung (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memberikan edukasi mengenai ketahanan pangan kepada siswa SMA PGRI Tanjungpandan guna memperkenalkan peran strategis lembaga tersebut sebagai stabilisator harga dan ketersediaan pangan nasional.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Belitung, Syahrianza Rahman di Tanjungpandan, Rabu, mengatakan kegiatan edukasi wisata ini merupakan bentuk rasa syukur atas capaian stok pangan nasional yang saat ini menembus angka hampir 5 juta ton.
"Posisi stok secara nasional saat ini hampir 5 juta ton. Ini merupakan capaian terbaik dan stok terbanyak sepanjang sejarah berdirinya Bulog," katanya.
Ia menjelaskan, edukasi tersebut sangat penting agar generasi muda memahami peran Bulog dalam menjaga kedaulatan pangan, terutama dalam mengelola cadangan pangan pemerintah sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak melihat langsung proses operasional di dalam gudang, mulai dari prosedur penerimaan beras hingga uji kualitas sebelum komoditas tersebut disimpan.
"Kami ajarkan cara menguji kualitas komponen beras yang ada dalam satu kemasan. Kemudian kami ajarkan juga teknis menghitung stok dalam satu setapel (tumpukan) di gudang agar mereka paham bagaimana kami merawat dan mengelola ketersediaan pangan," ujarnya.
Menurut dia, para siswa sangat antusias mengikuti edukasi tersebut karena selama ini banyak yang belum mengetahui keberadaan serta fungsi vital gudang Bulog yang ada di wilayah mereka.
Melalui kunjungan ini, pihaknya berharap wawasan para siswa terhadap manajemen stok pangan dapat meningkat, sehingga mereka bisa ikut berperan dalam mewujudkan ketahanan pangan di masa depan.
"Harapan kami, adik-adik ini bisa bersama-sama mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia sesuai dengan wacana dan perintah Presiden," kata Syahrianza Rahman.
Sementara itu, guru pendamping dari SMA PGRI Tanjungpandan, Ratih Triwastiani mengatakan kegiatan ini menambah pengalaman dan wawasan bagi siswa, yang sebelumnya belum tahu tentang gudang Bulog dan seputaran Bulog.
"Karena selama ini mereka tahunya Bulog itu hanya beras saja," ujarnya.
Ia menjelaskan, namun setelah siswa berkunjung dan diberikan edukasi, ternyata bukan hanya beras, tetapi ada juga beberapa barang lain yang disimpan di gudang Bulog ini.
"Siswa juga menambah wawasan tentang cara menumpuk beras dengan baik, cara memberantas hama atau kutu yang ada di beras, serta cara penanganannya seperti apa. Selain itu, mereka juga diajak berkeliling melihat langsung gudang Bulog ini," katanya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Perum Bulog Cabang Belitung yang telah mengundang para siswa untuk melihat langsung gudang Perum Bulog Cabang Belitung.
"Kami dari pihak sekolah mengucapkan terima kasih karena tentunya siswa-siswi kami mendapatkan banyak pengalaman di sini," ujarnya.
Pewarta: ApriliansyahUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026