Belitung (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sepanjang tahun 2026 telah menyalurkan sebanyak 605.640 liter MinyaKita guna menjaga stabilitas harga minyak goreng di daerah itu.
"Sepanjang 2026 kami telah menyalurkan sebanyak 605.640 liter MinyaKita," kata Pimpinan Perum Bulog Cabang Belitung, Syahrianza Rahman di Tanjungpandan, Selasa.
Ia mengatakan, penyaluran MinyaKita ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga minyak goreng di daerah itu agar tidak mengalami kenaikan atau lonjakan harga.
Menurutnya, MinyaKita tersebut prioritas disalurkan ke sejumlah pedagang pengecer pasar pantauan SP2KP yang sudah bermitra atau yang sudah terdaftar di Bulog.
Jika di pasar pantauan SP2KP telah terpenuhi sisanya akan disalurkan ke mitra pengecer bulog yaitu RPK dan kios pangan binaan pemda setempat.
Disampaikan, MinyaKita tersebut dijual ke konsumen akhir dengan harga Rp15.500 per liter.
Selain itu, lanjut dia, penyaluran MinyaKita ini merupakan bagian dari upaya memastikan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
Ia menambahkan, di tengah meningkatnya kebutuhan, MinyaKita dipastikan tetap tersedia luas di pasar dengan harga yang stabil dan terkendali.
"Kami pastikan saat ini MinyaKita tersedia di sejumlah titik lokasi yang kami salurkan tersebut," ujarnya.
Syahrianza juga mengimbau masyarakat tidak usah panik sebab stok MinyaKita di gudang Perum Bulog Cabang Belitung cukup.
Dalam waktu dekat, kata dia, pihaknya akan melakukan penambahan stok MinyaKita sebanyak 60.000 ribu liter.
"Kami pastikan stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Syahrianza.
Pewarta: ApriliansyahUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026