Pangkalpinang (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengerahkan satgas jemput pangan petani, guna mencari data dan informasi daerah yang berpotensi menghasilkan gabah di daerah itu.
"Kita sudah membentuk dan mengerahkan satgas ini untuk mengoptimalkan penyerapan gabah petani di daerah ini," kata Kepala Perum Bulog Cabang Bangka, Dimas Wage Tantri di Pangkalpinang, Senin.
Ia menyatakan pengerahan satgas jemput pangan petani ini, sebagai komitmen Perum Bulog Cabang Bangka untuk mendukung dan menyukseskan Program Swasembada Pangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan mengoptimalkan penyerapan gabah dan kesejahteraan petani.
"Satgas ini bertugas mencari data, informasi dan penyerapan gabah petani di Pulau Bangka terdiri dari empat kabupaten dan satu kota yaitu Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan dan Kota Pangkalpinang," katanya.
Ia menyatakan pembentukan satgas jemput pangan ini tentunya sangat membantu para petani dalam menjual hasil gabah kering panen (GKP) dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yang ditetapkan Rp6.500 per kilogram.
"Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan HPP GKP sebesar Rp6.500 per kilogram ini sangat berdampak positif terhadap animo para petani untuk lebih meningkatkan hasil panen padinya," katanya.
Menurut dia kebijakan HPP GKP ini sudah menimbulkan gairah baru bagi para petani untuk memperluas dan mengembangkan lahan pertanian, karena harga gabah kering ini dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga petani.
"Saat ini para petani yang telah melakukan panen sudah kembali melakukan penanaman padi, karena mereka menilai harga gabah yang ditetapkan pemerintah sudah cukup baik untuk meningkatkan perekonomian keluarganya," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026