Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Polisi Resor Bangka Barat, Polda Kepulauan Bangka Belitung meringkus dua pemuda yang diduga menjadi pelaku aksi premanisme di Kawasan Pelabuhan Tanjungkalian, Mentok.

Kepala Seksi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso di Mentok, Rabu, mengatakan penindakan tersebut dilakukan setelah petugas menerima informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan praktik percaloan terhadap calon penumpang kapal feri di pelabuhan tersebut.

"Langkah cepat itu merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Pekat Menumbing 2026 yang menyasar berbagai bentuk penyakit masyarakat, termasuk aksi premanisme di ruang publik," katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, terdapat oknum yang diduga meminta sejumlah uang kepada calon penumpang yang hendak menyeberang menggunakan jasa kapal feri di Pelabuhan Tanjungkalian, Mentok.

Mendapatkan informasi itu, tim langsung bergerak melakukan penyelidikan dan penindakan dengan mengamankan dua pemuda yang diduga sebagai pelaku.

"Mereka ditangkap, kemudian dilakukan pemeriksaan dan pembinaan," ujarnya.

Menurut dia, praktik percaloan maupun pungutan liar di kawasan pelabuhan berpotensi meresahkan masyarakat dan mengganggu ketertiban umum.

"Terlebih Pelabuhan Tanjungkalian menjadi pintu gerbang utama penghubung Pulau Bangka dan Sumatera. Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman saat menggunakan fasilitas umum, termasuk di pelabuhan, tidak boleh ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi," katanya.

Polres Bangka Barat, saat ini sedang menggelar Operasi Pekat Menumbing 2026 yang tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pencegahan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di wilayah hukum Polres Bangka Barat.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan praktik premanisme, pungutan liar, maupun tindakan lain yang mengganggu kenyamanan publik.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi. Sinergisitas antara polisi dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang aman dan tertib,” katanya.

Dengan kerja sama yang diharapkan mampu menciptakan situasi aman, tertib dan nyaman selama Ramadhan dan masa mudik lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.



Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026