Koba, Babel, (ANTARA) - Bupati Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Algafry Rahman menegaskan komitmen dalam menghapus kemiskinan ekstrem melalui langkah konkret dan kolaborasi lintas sektor.
“Mengatasi kemiskinan ekstrem memerlukan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, tidak bisa dilakukan secara parsial atau berjalan sendiri-sendiri,” kata Algafry di Koba, Rabu.
Ia mengatakan komitmen tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Menurut dia, koordinasi lintas sektor diperlukan agar setiap instansi dan perangkat daerah dapat mengambil langkah konkret sesuai tugas, fungsi, dan kewenangannya.
Algafry menjelaskan pemerintah pusat telah menetapkan tiga strategi utama dalam pengentasan kemiskinan, yakni pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat, serta penurunan jumlah kantong kemiskinan.
“Kebijakan tersebut akan kami tindak lanjuti dengan pengaturan pembagian tugas perangkat daerah dalam pelaksanaan penghapusan kemiskinan ekstrem,” ujarnya.
Pemerintah daerah setempat juga akan memaksimalkan pemanfaatan data terpadu kesejahteraan sosial sebagai dasar penentuan sasaran program, sehingga bantuan dan intervensi yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
Pemerintah daerah juga mendorong peran aktif pemerintah desa melalui penguatan program pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan dana desa, serta pengembangan potensi ekonomi lokal yang dapat meningkatkan pendapatan warga miskin ekstrem secara berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan dunia usaha, akademisi, dan organisasi masyarakat dalam mendukung upaya penghapusan kemiskinan ekstrem, baik melalui program tanggung jawab sosial perusahaan maupun pendampingan usaha produktif masyarakat.
“Dengan sinergi semua pihak, kami optimistis target penghapusan kemiskinan ekstrem di Bangka Tengah dapat tercapai sesuai arahan pemerintah pusat,” kata Algafry.
Pewarta: AhmadiUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026