Sungailiat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membuka layanan pembayaran zakat, infak dan sedekah (ZIS) guna membantu pegawai di daerah itu membayar zakat.

Bupati Bangka Fery Insansi di Sungailiat, Kamis, mengatakan layanan pembayaran ZIS sengaja di buka supaya pejabat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka mudah menyalurkan ZIS.

"Pos pembayaran ZIS kami buka dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang merupakan lembaga resmi mengumpulkan dana ZIS," jelas dia.

Untuk mengerakan pejabat dan pegawai di daerah itu membayar ZIS, kata Fery Insani, dirinya telah membayar zakat mal atau zakat harga sebesar Rp25 juta.

"Pembayaran zakat mal atau zakat harta, tergantung dari hati kita, karena kita yang tahu berapa jumlah harta yang seharusnya dikeluarkan zakatnya. Tidak ada orang yang dermawan menjadi miskin karena membayar zakat", jelas Fery.

Bulan Ramadhan yang penuh berkah, kata Bupati menjadi momen yang tepat untuk mengeluarkan zakat harta atau sedekah, karena zakat harta maupun sedekah yang dihimpun oleh Baznas akan disalurkan kembali untuk membantu masyarakat miskin.

ZIS yang dikeluarkan oleh pejabat dan pegawai serta umat Muslim yang lain, kata Fery Insani akan membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara Ketua Baznas Kabupaten Bangka Nasir Hasan mengatakan, perintah membayar zakat mal atau zakat harta setelah harta yang tersimpan telah mencapai nisab senilai Rp91.668.000 atau setara dengan berat emas 85 gram.

"ZIS yang kami kumpulkan akan dikelola dan disalurkan kembali ke Mustahik atau masyarakat miskin yang berhak menerima bantuan zakat, karena diketahui masih ada warga miskin di beberapa tempat di wilayah kecamatan," kata Nasir Hasan.

Dia menyebut, bantuan yang disalurkan ke penerima tidak diharuskan berupa uang tunai, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan yang diajukan seperti kursi roda, bantuan pembayaran jaminan kesehatan dan yang lain.

"Saya optimis dengan meningkatnya kesadaran umat Muslim mengeluarkan ZIS, akan berdampak positif terhadap meningkatnya penerimaan ZIS tahun 2026 yang ditargetkan mencapai Rp2 miliar," ujar dia.



Pewarta: Kasmono
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026