Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan persiapan pembangunan Sekolah Terintegrasi untuk mewujudkan sistem pendidikan yang menggabungkan penguasaan ilmu pengetahuan dengan pembentukan karakter peserta didik.

“Kami menyiapkan lokasinya di Desa Namang. Usulan pembangunan sudah diajukan tahun ini dan ditargetkan dapat direalisasikan pada 2027,” kata Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah Indrawadi di Koba, Senin.

Ia menjelaskan Sekolah Terintegrasi merupakan lembaga pendidikan berstandar internasional yang berada langsung di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atau Kementerian Agama, menyesuaikan jenis dan kurikulum yang diterapkan.

Ia mengatakan pembangunan sekolah itu sejalan dengan target Presiden Prabowo Subianto agar setiap kabupaten di Indonesia memiliki satu sekolah terintegrasi.

Menurut dia, sekolah tersebut dirancang untuk menghadirkan proses pendidikan yang holistik dengan mengintegrasikan aspek akademik, karakter, keterampilan, serta teknologi sehingga peserta didik dapat berkembang secara optimal, baik secara intelektual maupun kepribadian.

Sekolah Terintegrasi ditujukan bagi anak-anak berprestasi dari seluruh kelompok masyarakat secara inklusif tanpa membedakan latar belakang sosial ekonomi.

Ia menjelaskan program tersebut berbeda dengan Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin (desil 1 dan 2), serta Sekolah Unggul Garuda yang menyasar peserta didik dengan prestasi akademik maupun non-akademik sangat tinggi (gifted and talented).

“Sekolah Terintegrasi bersifat inklusif dan bebas pungutan biaya yang dipersiapkan untuk menciptakan generasi unggul di berbagai bidang," ujarnya.



Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026