Koba, Babel, (ANTARA) - Bupati Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Algafry Rahman meminta petani di Bangka Tengah mempercepat masa tanam padi sawah, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kemarau panjang yang diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.
"Kita melihat pola curah hujan ke depan mulai menurun dan puncaknya diperkirakan pada Agustus 2026 akan terjadi kemarau panjang,” kata Algafry di Koba, Senin.
Algafry mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang meminta pemerintah daerah mengantisipasi perkembangan kondisi cuaca dalam beberapa bulan ke depan.
Sebagai langkah mitigasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah mulai memetakan wilayah sentra sawah yang membutuhkan dukungan pengairan, terutama di Desa Namang dan Desa Belilik.
Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemkab Bangka Tengah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Bangka Belitung untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan persawahan di dua desa tersebut.
Menurut Algafry, penyuluh pertanian juga diminta aktif menginformasikan kepada petani agar menyesuaikan pola tanam dan melakukan penanaman lebih awal.
“Sawah di Desa Namang dan Belilik sudah selesai panen dan diharapkan pada April ini sudah kembali melakukan penanaman,” ujarnya.
Selain tanaman padi, Pemkab Bangka Tengah juga terus mendorong pengembangan komoditas hortikultura di setiap kecamatan sebagai alternatif peningkatan pendapatan petani.
Algafry mengatakan tanaman hortikultura memiliki masa panen relatif singkat sehingga berpotensi meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat petani.
Beberapa komoditas yang telah lama dikembangkan di daerah tersebut, yakni cabai merah dan bawang merah yang dikelola secara perorangan maupun berkelompok.
“Sejak awal saya sudah mengajak para petani untuk membudidayakan tanaman hortikultura dan semua kecamatan memiliki lahan yang potensial untuk dikembangkan,” kata Algafry.
Pewarta: AhmadiEditor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026