Kami berharap dengan adanya kerja sama dan pendampingan dari TP4D program ternak sapi bisa berjalan sesuai aturan yang berlaku,
Muntok (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggandeng Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) dari Kejaksaan Negeri untuk menyukseskan rencana program pembibitan dan penggemukan ternak sapi.

"Kami berharap dengan adanya kerja sama dan pendampingan dari TP4D program ternak sapi bisa berjalan sesuai aturan yang berlaku," kata Wakil Bupati Bangka Barat, Markus di Muntok, Kamis.

Ia mengatakan, beberapa hari lalu Bupati Bangka Barat Parhan Ali didampingi sekretaris daerah setempat dan dirinya sudah bertemu langsung dengan Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat untuk membahas program ternak sapi.

Hal itu dilakukan untuk menyukseskan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan populasi sapi sekaligus pemberdayaan masyarakat di sektor peternakan.

"Kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta di bidang peternakan sapi terus diupayakan realisasinya. Dengan adanya pendampingan TP4D kami harapkan seluruhnya berjalan lancar dan tidak menyalahi aturan," kata dia.

Sekitar satu tahun terakhir Pemkab Bangka Barat bersama Pemprov DKI Jakarta terus melakukan penjajakan kerja sama pembibitan dan penggemukan sapi.

Dari hasil koordinasi yang telah dilakukan selama ini, kerja sama kemingkinan besar akan bisa direalisasikan pada tahun ini dan sebagai langkah awal, Pemprov DKI Jakarta akan mengirimkan sebanyak 500 ekor induk sapi ke Bangka Barat.

Sebanyak 500 ekor induk sapi tersebut akan diujicobakan di Bangka Barat, apabila secara teknis dinilai berhasil akan ditambah jumlahnya hingga mencapai ribuan.

Menurut Markus, pola kerja sama saling menguntungkan antardaerah itu dinilai prospektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Dukungan dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Bangka Barat patut diapresiasi, mudah-mudahan kerja sama tersebut mampu menyejahterakan masyarakat Bangka Barat," kata dia.

Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Riza Mulyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026