Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memfasilitasi para petani di Desa Bukitterak melaksanakan tradisi Ceriak Nerang sebagai bentuk syukur atas hasil panen.

"Selain sebagai syukur atas hasil panen tahun ini, tradisi ini sekaligus permohonan agar tahun depan hasil panen para petani setempat semakin berlimpah," kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat Muhammad Ferhad Irvan di Mentok, Senin.

Menurut dia, pelaksanaan tradisi Ceriak Nerang di Desa Bukitterak, Simpangteritip sudah berjalan turun temurun oleh warga keturunan Suku Jerieng yang tinggal di desa tersebut.

Prosesi ritual yang dipimpin tetua adat ini berlangsung beberapa tahapan, dimulai dengan memanjatkan doa kepada Sang Pencipta dengan sesaji beras dalam piring dan lilin yang dinyalakan tanda acara dimulai, dilanjutkan dengan mengarak dua miniatur perahu oleh warga dari lokasi awal ritual (Balai Adat Bukit Terak) menuju hutan desa.

"Sebelum ditutup dengan menggelar musik dan tari tradisional Dambus Sipen, para tetua adat juga melakukan pengobatan tradisional 'jampi tolak bala' kepada beberapa warga," katanya.

Kepala Desa Bukit Terak Romlan mengatakan Ceriak Nerang merupakan salah satu rangkaian pesta adat Kundi Bersatu yang dilaksanakan setelah beberapa prosesi, yang dimulai dari Ceriak Ngelem, Ceriak Nerang, dan Sedekah Bumi.

"Terakhir nanti kita akan menyambut sanak saudara datang ke kampung kami dalam puncak pesta adat Kundi Bersatu," ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat Fachriansyah mengatakan fasilitasi yang diberikan terhadap pelaksanaan tradisi ini merupakan salah satu bentuk keseriusan pemerintah melestarikan adat dan budaya lokal.

"Kegiatan tahunan ini cukup menarik dan masuk dalam agenda kegiatan budaya kita. Kami berharap fasilitasi yang diberikan bisa meningkatkan pemahaman budaya sekaligus menambah jumlah kunjungan wisatawan ke Bangka Barat," katanya.

Ceriak Nerang merupakan salah satu kegiatan budaya dari 38 kegiatan yang difasilitasi Pemkab Bangka Barat.

Fasilitasi kegiatan ini selain salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap gerak kebudayaan yang ada, juga untuk menggairahkan pembangunan sektor pariwisata.

"Ini bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dengan komunitas masyarakat, pemerintah terus berupaya memperbaiki kualitas daya tarik wisata, salah satunya dengan cara menambah kegiatan atraksi yang menarik dengan tampilan inovasi dan kreativitas dalam upaya meningkatkan promosi wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan," katanya.



Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026