Pangkalpinang (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Bangka Belitung bersama Pangkalan TNI Angkatan Laut Bangka Belitung membangun ekosistem budidaya laut berbasis rumpon hybrid di Dusun Bukit Beting, Desa Bintet, Kecamatan Belinyu, guna memperkuat ketahanan wilayah maritim sekaligus mendorong ekonomi masyarakat pesisir.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (4/5) tersebut menjadi bagian dari integrasi program Kampung Bahari Nusantara (KBN) yang diinisiasi TNI AL, dengan tujuan mengarahkan transformasi ekonomi masyarakat dari ketergantungan sektor pertambangan menuju pemanfaatan potensi maritim yang berkelanjutan.

Ekosistem yang dikembangkan meliputi rumah pijah sebagai inkubator cumi dan lobster, penyediaan keramba jaring apung (KJA), hingga instalasi atraktor hybrid dan fish shelter sebagai habitat buatan untuk meningkatkan populasi biota laut secara alami.

Komandan Lanal Bangka Belitung Kolonel Marinir Yulindo dalam keterangannya, Selasa, menegaskan bahwa kemandirian ekonomi nelayan merupakan fondasi utama pembinaan ketahanan wilayah maritim (Bintahwilmar).

“Bintahwilmar bertujuan mewujudkan ruang, alat, dan kondisi juang yang tangguh demi pertahanan negara. Melalui kolaborasi bersama PLN, kita memperkuat kondisi sosial masyarakat pesisir. Nelayan yang sejahtera akan menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah laut,” ujarnya.

Ia menambahkan fasilitas yang telah dibangun diharapkan dapat dijaga dan dikembangkan oleh masyarakat agar tidak lagi bergantung pada sektor pertambangan.

Sementara itu, General Manager PLN UIW Bangka Belitung Ira Savitri mengatakan sinergi tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Menurut dia, pemanfaatan material Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dari pembangkit listrik PLN dalam pembangunan fish shelter menjadi bagian dari implementasi ekonomi sirkular yang aman dan efektif untuk pembentukan terumbu buatan.

“Melalui inovasi FABA dan teknologi rumpon hybrid, PLN mendampingi TNI AL dalam memperkuat Bintahwilmar. Kami berharap ekosistem perairan pesisir Belinyu menjadi lebih produktif sehingga kemandirian ekonomi masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan,” katanya.

Program ini juga melibatkan kalangan akademisi. Salah satunya mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Bangka Belitung, Rahadian, yang tergabung dalam tim pengelola.

Ia menjelaskan sistem yang dikembangkan berjalan secara terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari proses penetasan telur cumi di rumah pemijahan hingga pembesaran benih di keramba jaring apung di laut lepas.

“Keterlibatan generasi muda menjadi ruang pembelajaran nyata sekaligus membuka perspektif terhadap potensi sektor maritim ke depan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, kawasan pesisir Belinyu diharapkan dapat berkembang menjadi wilayah produktif berbasis kelautan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan wilayah maritim nasional.



Pewarta: Try M Hardi
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026