Pangkalpinang (ANTARA) - Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pengembangan UMKM daerah melalui kegiatan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) yang di gelar oleh Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Arie Primajaya, memaparkan materi bertema "Sinergitas UMKM Bersama Dinas Koperasi dan UMKM dalam Penguatan Ekonomi Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung" dalam forum tersebut.

"Sinergitas menjadi kunci utama dalam membangun UMKM yang tangguh, adaptif, dan mampu bersaing," katanya di Pangkalpinang, Jumat.

Ia mengatakan penguatan UMKM tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, perbankan dan organisasi kepemudaan seperti HIPMI.

"Pemerintah hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator yang membuka akses pembiayaan, pendampingan usaha, peningkatan kapasitas SDM, hingga perluasan pasar,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya transformasi digital dan inovasi dalam pengembangan UMKM di era ekonomi modern sehingga pelaku UMKM harus mampu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

"Forum ini juga dirangkaikan dengan UMKM Expo, business matching dan sesi diskusi strategis terkait potensi ekonomi daerah," ujarnya.

Ketua Umum BPD HIPMI Kepulauan Bangka Belitung, Hary Ardianto mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Dinas Koperasi dan UMKM yang terus aktif membangun ekosistem usaha yang kondusif bagi pengusaha muda dan pelaku UMKM.

"Forbisda ini kita harap tercipta kolaborasi nyata antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan dan berbasis potensi lokal," ujarnya.

Ia meyakinkan Forbisda HIPMI Babel 2026 sengaja digelar karena Bangka Belitung memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, mampu dimanfaatkan secara optimal oleh pengusaha lokal, khususnya generasi muda di daerah.

HIPMI ingin menjadi organisasi yang aktif mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha muda baru yang mampu bersaing dan menjadi kekuatan ekonomi daerah di masa mendatang.

"Kami HIPMI bukan hanya sekadar organisasi biasa, tapi harus berkontribusi di sektor pertanian, perikanan, pertambangan, kesehatan hingga pariwisata," ujarnya.

Saat ini HIPMI Babel menyoroti program pengembangan sentra kelapa dan aren yang saat ini tengah dipersiapkan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel untuk memperkuat potensi ekonomi baru di Bangka Belitung.

"Program Pak Gubernur akan menjadikan Babel sebagai sentra kelapa dan aren sekarang sudah mulai pembibitan satu juta pohon aren dengan luas kawasan mencapai 109 ribu hektare yang sedang diproses perizinannya," ujarnya.

Selain itu, HIPMI Babel juga mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat sektor pertambangan rakyat melalui pengaturan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) agar masyarakat dan pengusaha lokal dapat memperoleh kepastian usaha yang lebih baik.

"HIPMI tidak boleh jadi penonton. HIPMI harus menjadi penggerak ekonomi daerah. Kami ingin pengusaha lokal menjadi tuan rumah sendiri," harap Harry.

Ia juga berharap Forbisda 2026 menjadi pemicu lahirnya semangat baru di kalangan anak muda untuk berani terjun ke dunia usaha, terutama dalam menyambut visi Indonesia Emas 2045.

"Dengan kekayaan alam yang melimpah, seharusnya banyak pengusaha muda Babel yang sukses. Karena itu HIPMI hadir untuk mendorong dan mendampingi lahirnya pengusaha-pengusaha baru di daerah," tutupnya.



Pewarta: Elza Elvia
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026