Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melatih ara pelajar dan pemuda memahami literasi digital dan keuangan digital agar terampil dan bijaksana dalam menyikapi kemajuan teknologi.
"Melalui kegiatan literasi digital dan literasi keuangan ini kita ingin menyiapkan generasi muda yang adaptif dalam menghadapi tantangan era digital, sekaligus membangun kesadaran mendalam terkait pengelolaan keuangan yang cerdas, bijak, dan produktif sejak dini," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat Farouk Yohansyah di Mentok, Rabu.
Kegiatan ini puluhan pelajar dan pemuda setempat dengan menghadirkan beberapa narasumber yang memberikan materi berbobot, kredibel dan aplikatif, yaitu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Babel dan Anggota DPRD Provinsi setempat.
Para peserta dibekali berbagai materi penting, mulai dari penggunaan media digital secara bijaksana, teknik menyaring informasi dan melawan berita bohong, etika bermedia sosial, hingga edukasi mendasar mengenai pengelolaan keuangan pribadi dan perencanaan finansial masa depan.
"Kombinasi literasi digital dan keuangan digital ini merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki gen-Z dan milenial saat ini, anak muda tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi mereka juga harus mampu memahami informasi secara kritis, bijaksana dalam bermedia sosial dan memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan baik," katanya.
Menurut dia, media digital harus dimanfaatkan sebagai ladang mencari ilmu untuk mengasah berbagai keahlian, baik di bidang ekonomi, politik, maupun finansial, yang nantinya dapat diaplikasikan dan menjadi nilai tambah dalam kehidupan sehari-hari.
Ia optimistis kegiatan ini dapat membentuk generasi muda Bangka Barat yang cerdas digital, produktif, kreatif, dan memiliki perencanaan keuangan yang matang untuk masa depan.
Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan DPK Bangka Barat Eka Octawianto mengatakan saat ini perpustakaan harus bertransformasi dengan menghadirkan program literasi yang lebih kontekstual dan dekat dengan dinamika kehidupan pemuda.
"Esensi literasi hari ini telah berkembang jauh melampaui aktivitas membaca buku fisik secara konvensional, kita harus mampu memahami informasi digital, membentengi diri dari hoaks, menjaga etika bermedia sosial, hingga memahami pengelolaan keuangan pribadi," katanya.
Kegiatan itu merupakan bentuk terobosan pemerintah daerah yang berkomitmen terus mendorong perpustakaan agar mampu hadir menjadi ruang belajar modern, terbuka, edukatif, inspiratif dan aplikatif guna mencetak sumber daya manusia yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026