Pangkalpinang (Antara Babel) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Pangkalbalam, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendirikan dua posko mudik Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan calon penumpang kapal laut di pelabuhan itu.

"Pendirian posko mudik ini dimulai pada H-15 dan berakhir H+15 Lebaran 2017 di terminal penumpang kapal laut di Pelabuhan Pangkalbalam dan Belinyu Kabupaten Bangka," kata Kepala KSOP Pangkalbalam, Andriawan Simanungkalit di Pangkalpinang, Selasa.

Ia menjelaskan pendirian posko angkutan Lebaran 2017 lebih cepat dibandingkan tahun lalu yang berdasarkan surat edaran dari Kementerian Perhubungan untuk memberikan pelayanan, rasa aman, dan nyaman calon penumpang di terminal pelabuhan.

"Kami telah mensiagakan petugas selama 24 jam, guna mengantisipasi kejahatan, pemerasan, calo, dan kriminalitas lainnya yang merugikan calon penumpang yang bermalam di terminal pelabuhan," ujarnya.

Andriawan mengatakan saat ini arus mudik di Pelabuhan Pangkalbalam dan Belinyu masih normal dengan keberangkatan calon penumpang kisaran 130 orang per hari dan kedatangan kisaran 30 orang per hari.

"Meskipun penumpang kapal masih sepi, namun pengamanan dan pelayanan tetap dioptimalkan. Kita tidak tahu atau menduga kejahatan datang , untuk itu perlu kesiapsiagaan dan antisipasi dini untuk mencegah kejahatan itu," ujarnya.

Untuk itu, kata dia diimbau masyarakat yang akan mudik untuk tidak menggunakan perhiasan  berlebihan, membawa barang bawaan berlebihan dan membeli tiket di agen-agen kapal resmi.

Tidak hanya itu, diharapkan perusahaan pelayaran untuk tetap mengutama pelayanan yang prima kepada calon penumpang. Jangan sampai penumpang kurang pelayana juga berkurang yang merugikan masyarakat penguna jasa angkutan laut ini.

"Kami memperkirakan calon penumpang kapal selama musim mudik lebaran tahun ini berkurang dibandingkan tahun sebelumnya, karena masyarakat lebih tertarik menggunakan jasa angkutan udara untuk pulang ke kampung halamannya merayakan Idul Fitri," ujarnya.

Pewarta: Aprionis
Editor : Riza Mulyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026